**Borneonews - Jakarta**, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar, menegaskan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia memiliki fondasi yang kuat, didukung oleh stabilitas politik yang kondusif. Dalam sambutannya pada BNI Investor Daily Summit 2024, Royke menyatakan, Kita patut bersyukur, saat ini Indonesia memiliki pondasi ekonomi yang robust, didukung oleh stabilitas politik yang baik.
Royke menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup menjanjikan di antara negara-negara G20. Ia menyampaikan pula bahwa rasio utang nasional berada pada angka 38,49 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang jauh di bawah batas maksimum 60 persen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang aman dalam hal manajemen utang.
Dari perspektif makroekonomi, Royke menilai bahwa stabilitas yang ada tetap terjaga seiring dengan kebijakan moneter yang terkoordinasi dengan baik. Namun, ia menekankan bahwa meskipun fundamental ekonomi saat ini terbilang kuat, hal tersebut belum cukup untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ia mengidentifikasi berbagai tantangan menengah yang harus dihadapi oleh bangsa ini untuk menuju tujuan tersebut.
Beberapa tantangan yang dihadapi, menurut Royke, meliputi upaya untuk menciptakan nilai tambah dalam sektor ekonomi berbasis kolektif, reformasi pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, perlu ada optimalisasi peran industri manufaktur dan dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Royke menegaskan bahwa BNI akan tetap berkomitmen untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi yang positif tahun ini. Dengan demikian, BNI diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pemerintah demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya transisi pemerintahan yang berjalan dengan baik dan lancar untuk mempertahankan optimisme masyarakat, serta stabilitas politik dan ekonomi nasional. Jokowi mengungkapkan rasa senangnya atas proses transisi kepemimpinan yang berlangsung dengan mulus, terutama menjelang pelantikan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Presiden juga mengungkapkan bahwa persiapan menuju pelantikan presiden baru sangat baik, dengan rencana kerja dan program yang telah disusun secara matang. Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa Prabowo Subianto secara rutin menjalin komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, hampir setiap hari, untuk mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
ANTARA
Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Tantangan Menuju 2045
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







