BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengumumkan perkembangan positif dalam jumlah investor di sektor pasar modal.
Hingga Juli 2024, jumlah investor saham meningkat signifikan sebanyak 13.761 investor atau sebesar 15,21 persen year-on-year atau yoy.
Menurut Danu, peningkatan ini mencerminkan minat yang semakin besar dari masyarakat Kalimantan Tengah terhadap investasi di pasar modal.
"Jumlah Single Investor Identification atau SID yang tercatat pada bulan Juli 2024 mencapai 104.254, naik dari 90.493 pada bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Danu pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Danu menambahkan bahwa peningkatan jumlah investor ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, tetapi juga keberhasilan berbagai program edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas terkait.
"Kami terus mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan terlibat dalam investasi saham," ujarnya.
Selain itu, Danu juga menyoroti peran penting teknologi dalam memfasilitasi akses masyarakat ke pasar modal.
"Dengan kemajuan teknologi, masyarakat kini lebih mudah untuk berinvestasi dan memantau perkembangan investasi mereka secara real-time," tambahnya.
Danu mengungkapkan bahwa BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan relevan guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat," katanya.
Dengan perkembangan positif ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Kalimantan Tengah yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.(TESTI PRISCILLA/R)









