BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengumumkan peningkatan signifikan dalam nilai saham dan transaksi saham di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, jumlah nilai saham mengalami peningkatan sebesar Rp1.420,86 miliar atau 88,73 persen year-on-year atau yoy, dari Rp1.601,39 miliar menjadi Rp3.022,25 miliar.
Primandanu Febriyan Aziz menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap pasar saham di Kalimantan Tengah.
"Kami melihat adanya peningkatan minat dan partisipasi dari berbagai kalangan investor, baik lokal maupun nasional, yang turut mendorong pertumbuhan nilai saham secara signifikan," kata Danu pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Selain itu nilai transaksi saham pada bulan Juli 2024 juga mengalami peningkatan yang cukup besar.
Tercatat, nilai transaksi saham meningkat sebesar Rp120,19 miliar atau 54,58 persen yoy, dari Rp220,20 miliar menjadi Rp340,39 miliar.
Peningkatan ini menunjukkan aktivitas perdagangan saham yang semakin aktif di pasar modal Kalimantan Tengah.
Primandanu menambahkan bahwa OJK Kalteng terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya investasi di pasar modal, serta menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan akses dan transaksi saham," jelasnya.
OJK Kalteng juga berencana untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri keuangan.
"Kerja sama yang baik antara OJK, pemerintah, dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan," tambah Danu.
Dengan adanya peningkatan nilai saham dan transaksi ini, diharapkan perekonomian Kalimantan Tengah dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami optimis bahwa dengan dukungan semua pihak, pasar saham di Kalimantan Tengah akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









