JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa gerakan *local job for local voice* yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Kolaka dapat dijadikan contoh bagi daerah lainnya. Inisiatif yang dilaksanakan di Kolaka, Sulawesi Tenggara ini bertujuan untuk memfasilitasi lulusan vokasi agar dapat langsung bekerja di perusahaan-perusahaan setempat. Menurut Siti Nuryanti, Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, dalam sebuah acara bincang-bincang pada hari Senin, 7 Oktober, kerjasama antara Kolaka BRIDA dengan politeknik di Ujung Pandang sangat penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap masuk ke dunia industri. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Kolaka. Nuryanti menekankan pentingnya keberadaan ekosistem kemitraan vokasi untuk mendorong terciptanya ekosistem riset dan inovasi daerah, serta menemukan potensi lokal. Dia juga menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki keunikan potensi yang berbeda, sehingga diperlukan penelitian untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Lebih lanjut, Nuryanti menjelaskan bahwa Kolaka memiliki banyak perusahaan di sektor pertambangan, sehingga politeknik di Ujung Pandang berperan dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk industri tersebut. Program kemitraan ekosistem, atau *Ekosmira*, yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dengan sektor bisnis dan industri, menjadi alat yang sangat penting dalam mengidentifikasi potensi masing-masing daerah. “*Ekosmira* mengajak berbagai pihak untuk mendukung identifikasi potensi serta disusun dalam Rencana Induk dan Roadmap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (RIPJ PID),” imbuhnya. BRIN terus melakukan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, serta menggandeng berbagai pihak untuk mendorong masuknya investasi dan pengembangan industri. Di sisi lain, Adi Nuryanto, Direktur Kemitraan dan Keselarasan Sektor Bisnis dan Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menegaskan bahwa program kemitraan ekosistem yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan berlanjut hingga tahap kedua dan ketiga, dengan tambahan anggaran sebesar Rp35 miliar (sekitar *US$2,1 juta*). Dia menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat inovasi di daerah, memfasilitasi program kemandirian, serta memperkuat dokumen kebijakan. Hal ini merupakan kesempatan bagi industri untuk meningkatkan daya saing nasional melalui inovasi berbasis rencana strategis di masing-masing daerah. ANTARA