JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada bulan September 2024 menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada dalam keadaan yang baik. Hal ini tergambar melalui pencapaian Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencatat angka optimis sebesar 123,5. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa keyakinan konsumen tetap terpelihara pada bulan September 2024. Hal ini didorong oleh dua indikator utama, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang juga menunjukkan tingkat optimis. Ramdan menjelaskan, kekuatan keyakinan konsumen tidak lepas dari pandangan positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan yang optimis terhadap masa depan. Khususnya, IKE untuk September 2024 mencatat angka yang stabil pada 113,9, menandakan persepsi positif masyarakat terhadap situasi ekonomi saat ini. Peningkatan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja menjadi salah satu faktor utama yang mendukung stabilitas IKE, dengan kenaikan sebesar 0,6 poin menjadi 108,2. Selain itu, Indeks Penghasilan Saat Ini dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) juga menunjukkan angka yang mengesankan, yaitu masing-masing di angka 122,4 dan 111,2. Optimisme di kalangan responden terkait penghasilan saat ini tetap tinggi, terutama bagi mereka yang berada dalam kelompok pengeluaran antara Rp3,1 juta hingga Rp4 juta. Keadaan ini menjadi indikator bahwa masyarakat merasakan perbaikan dalam daya beli. Lebih jauh, Ramdan menambahkan bahwa ekspektasi konsumen untuk enam bulan ke depan tetap positif. Hal ini tercermin dari nilai IEK di bulan September 2024 yang mencapai 133,1, berada dalam zona optimis. Optimisme ini muncul dari semua komponen yang membentuknya, termasuk ekspektasi terhadap penghasilan serta ketersediaan lapangan kerja, yang masing-masing tercatat sebesar 138,2 dan 131,1. Dari sisi konsumsi, rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi mengalami sedikit peningkatan, dari 73,5 persen menjadi 74,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, proporsi pembayaran cicilan atau utang serta simpanan konsumen menunjukkan penurunan kecil, masing-masing menjadi 10,6 persen dan 15,3 persen. Dengan demikian, hasil survei ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada tantangan ekonomis, keyakinan dan optimisme masyarakat Indonesia terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga pada tingkat yang positif. ANTARA