YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengekspresikan keyakinan bahwa separuh dari susunan kabinet pemerintahan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, akan diisi oleh para kader NU. Keyakinan ini didasarkan pada fakta demografis yang menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia merupakan warga NU. Yahya mengungkapkan pandangannya setelah menghadiri acara Simposium Pesantren 2024 yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa NU dapat dikatakan sebagai representasi demografis yang signifikan dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil survei, Yahya menandaskan bahwa lebih dari separuh populasi di Indonesia adalah anggota NU. Hal ini mengindikasikan bahwa secara demografis, ia beranggapan bahwa dalam kabinet yang akan dibentuk nantinya, setidaknya separuh anggotanya adalah dari kalangan NU. Menanggapi pertanyaan mengenai posisi menteri yang diharapkan dari Prabowo, Yahya menegaskan bahwa kader NU siap untuk memegang posisi di mana pun, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Ia menyatakan, "Kami menghormati keputusan pemerintah, tergantung pada Pak Prabowo. Semua kader NU siap untuk menjalankan tugas itu." Lebih lanjut, Yahya menyampaikan komitmen PBNU untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto, dengan harapan dapat menjaga kesinambungan kebijakan strategis yang telah dimulai pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk mendorong kelanjutan inisiatif-inisiatif yang telah ada dari periode sebelumnya. Ia juga menyatakan bahwa jika perlu ada perubahan kebijakan, diharapkan ada dialog yang baik antara kedua belah pihak agar inisiatif yang sudah dimulai tidak terabaikan. “Kami ingin memastikan bahwa semua inisiatif baik yang telah dicanangkan tidak akan sia-sia dan dapat terus dilanjutkan hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” tutup Yahya Cholil Staquf. ANTARA