**Borneonews - Jakarta**, Data yang dipublikasikan oleh Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo berhasil menciptakan satuan baru sebagai langkah untuk mengatasi penumpukan perwira tinggi Angkatan 1988 dari Akademi Militer (Akmil) di tubuh TNI.
Dalam seminar nasional yang bertajuk "Evaluasi Kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo: Bidang Politik Keamanan, Ekonomi dan Media", Analis Utama Politik Keamanan LAB 45, Reine Prihandoko, mengungkapkan bahwa upaya Jokowi dalam mengurangi dampak negatif akibat penumpukan jumlah perwira di TNI patut diapresiasi.
Reine menjelaskan, "Presiden Jokowi banyak membentuk satuan baru untuk para perwira, ini adalah suatu terobosan yang harus dihargai." Pernyataannya disampaikan dalam sesi pertama seminar yang membahas tema "Modernisasi TNI di bawah Jokowi: Profesional atau politis?" di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada hari Selasa.
Lebih lanjut, Reine menjelaskan bahwa pembentukan satuan baru tersebut sejak tahun 2014 terbilang efektif dalam mereduksi masalah yang bisa terjadi akibat *logjam* di kalangan angkatan militer. Penambahan organisasi, baik dari pimpinan, pembantu pimpinan, satuan khusus, hingga badan pelaksana pusat di Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), dinilai sangat membantu TNI dalam mengatur struktur internalnya.
Dengan adanya penambahan unit-unit baru di jajaran TNI, diyakini akan mengarah pada peningkatan profesionalisme prajurit melalui pelaksanaan operasi gabungan. Ini sekaligus menjadi solusi terhadap isu penumpukan jumlah perwira yang ada.
Reine menegaskan bahwa pengelolaan terhadap hasil pembentukan satuan baru ini perlu ditangani dengan baik oleh pemerintahan berikutnya agar potensi penumpukan di angkatan lainnya dapat diminimalisir. "Ke depan, perlu dilakukan langkah-langkah seperti pengurangan rekrutmen dan menawarkan pensiun dini bagi angkatan yang paling tua," imbuhnya.
Selain itu, ia juga mencatat bahwa masyarakat dan *stakeholder* menunjukkan kekhawatiran tentang banyaknya jenderal aktif yang menduduki posisi di sektor sipil. Hal ini menjadi tantangan bagi Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk mencari solusi agar situasi serupa tidak terulang.
"Namun dalam dekade terakhir, situasi ini memang sedikit mengkhawatirkan banyaknya jenderal aktif yang mengisi jabatan sipil," ungkap Reine.
Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) adalah sebuah lembaga penelitian yang berfokus pada penyelarasan antara ilmu pengetahuan dan praktik dalam kebijakan pemerintah demi perbaikan ke depan. Lembaga ini berperan dalam mendukung para pemangku kepentingan dalam mendorong proses transformasi Indonesia menuju negara yang maju pada tahun 2045.
ANTARA
Jokowi Berhasil Ciptakan Satuan Baru, Atasi Penumpukan Perwira TNI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Komentar (0)
Memuat komentar…







