DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah untuk memulangkan tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari daerah tersebut. Ketiga PMI ini akan kembali ke Bali setelah bekerja di Lebanon dan dijadwalkan tiba pada sore hari ini. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Bali, Ida Bagus Setiawan, menjelaskan bahwa dua orang PMI berasal dari Buleleng, sementara satu orang lainnya berasal dari Gianyar. Berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak pemerintah daerah, ketiga pekerja migran ini dalam keadaan sehat dan bersedia untuk dievakuasi. Proses pemulangan dilakukan setelah kedutaan besar menyerahkan ketiga PMI kepada Pemprov Bali. Sebelum kedatangan mereka, Badan Penghubung Pemprov Bali di Cikini juga telah memberikan bantuan yang diperlukan. Diperkirakan, ketiga PMI ini akan tiba di Bali sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, ketiga pekerja migran tersebut akan dijemput oleh Satuan Tugas (Satgas) PMI. Mereka selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten masing-masing untuk penanganan lebih lanjut. Namun, sebelum itu, akan dilakukan pendataan untuk mengidentifikasi keberadaan warga negara Indonesia (WNI) lainnya, terutama yang berasal dari Bali, yang saat ini masih berada di Lebanon. Ketiga PMI tersebut diketahui bekerja sebagai terapis di Lebanon. Mereka memutuskan untuk kembali ke Tanah Air sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat akibat serangan Israel ke Lebanon sejak 16 September 2024. Dalam situasi yang berbahaya seperti ini, keputusan untuk evakuasi menjadi penting demi menjaga keselamatan para pekerja. Setiawan menegaskan bahwa langkah evakuasi ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko agar tidak terpengaruh oleh kondisi konflik yang terjadi. Meskipun ada beberapa orang yang memilih untuk tetap tinggal karena merasa tidak terancam, pertimbangan dari kementerian terkait menegaskan perlunya tindakan evakuasi demi keamanan. Informasi yang diperoleh dari proses pendataan ini akan diperkuat oleh data lanjutan dari kedutaan. Pemprov Bali berencana untuk melakukan penelusuran terkait jumlah PMI yang masih berada di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lebanon. Setiawan menambahkan bahwa kemungkinan jumlah PMI asal Bali di daerah rawan konflik tidak terlalu banyak, tetapi pihaknya memerlukan data yang akurat dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk memperjelas situasi yang ada. Sebagai catatan, evakuasi ini dilaksanakan sebagai respons cepat terhadap dampak dari serangan yang telah mengakibatkan banyak korban jiwa di Lebanon. Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen untuk melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. ANTARA