JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan agar program *tol laut* tetap dilanjutkan dalam era pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi barang ke seluruh pelosok Indonesia. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Hartanto, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan meminta agar program ini dipertahankan di pemerintahan mendatang. Ia menekankan pentingnya *tol laut* dalam menekan disparitas harga yang sering terjadi di wilayah Indonesia timur, khususnya yang termasuk dalam kategori 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Menurut Hartanto, program ini adalah unggulan karena berhasil meningkatkan konektivitas antar daerah serta membuat harga barang menjadi lebih terjangkau. “Dengan adanya *tol laut*, kami berharap bahwa konektivitas akan semakin baik dan disparitas harga dapat diminimalisir,” ucapnya. Terkait anggaran, Kemenhub telah mengajukan alokasi sebesar Rp1,124 triliun untuk program *tol laut* di tahun 2025. Meskipun anggaran tersebut belum final dan masih perlu dikaji lebih lanjut di bulan Desember, Hartanto optimis bahwa program ini masih dapat dilanjutkan. Ia juga mengakui bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti ketersediaan kapal dan ketepatan waktu. "Kami terus berupaya untuk menyempurnakan layanan ini agar lebih optimal," jelasnya lebih lanjut. Dalam pernyataannya yang sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa trayek muatan dan jumlah armada kapal dalam program *tol laut* telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Khususnya di wilayah 3TP, hal ini penting untuk mendukung efisiensi distribusi logistik. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, program ini telah berkembang dengan pesat. Dari awalnya hanya terdapat 3 trayek, kini jumlahnya sudah meningkat menjadi 39 trayek pada tahun 2024. Jumlah kapal yang beroperasi juga meningkat dari 3 unit pada tahun 2015 menjadi 39 unit. Selain itu, jumlah pelabuhan singgah meningkat dari 11 pelabuhan menjadi 114 pelabuhan dalam periode yang sama. Selama 10 tahun melayani masyarakat, *tol laut* telah membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan jumlah trayek, muatan, dan armada kapal. Sebagai contoh, jumlah muatan yang diangkut telah berkembang dari 30 ton dengan 88 TEUs pada tahun 2015 menjadi 989,75 ton dengan 31,878 TEUs di tahun 2024. Budi Karya menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari keinginan Presiden untuk menghadirkan layanan yang bisa mencakup angkutan logistik ke wilayah timur Indonesia yang masih tertinggal, dengan tujuan untuk mengurangi disparitas harga di antara berbagai wilayah. Melalui program *tol laut*, pemerintah berkomitmen untuk mendukung pembangunan di daerah 3TP, serta menghindari kemungkinan kelangkaan barang yang dapat mempengaruhi kestabilan harga. ANTARA