JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tiga atlet tunggal putra yang mewakili Indonesia telah berhasil melaju ke babak 32 besar dalam Kejuaraan Dunia Junior 2024 yang berlangsung di Nanchang, China. Ketiga atlet tersebut adalah Moh Zaki Ubaidillah, Richie Duta Richardo, dan Bismo Raya Oktora. Pertandingan dilangsungkan di Nanchang International Sports Center Gymnasium. Pada laga pembukaan, Moh Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, berhasil menaklukkan wakil dari Vietnam, Le Minh Son, dengan skor 21-10, 21-15. Keberhasilan tersebut diraih pada hari Selasa. Ubed memulai pertandingan dengan ketat, sebelum akhirnya mampu unggul 11-8 saat interval gim pertama. Setelahnya, atlet kelahiran 26 Juni 2007 asal Sampang ini semakin menemukan ritme permainannya, sehingga dapat menyelesaikan gim pertama dengan keunggulan yang meyakinkan di angka 21-10. Pada gim kedua, Ubed melanjutkan dominasinya dengan meraih keunggulan 15-8. Meskipun mendekati kemenangan, ia mengakui melakukan beberapa kesalahan sendiri, namun tetap berhasil menutup gim ini dengan skor 21-15. "Saya merasa tadi permainan saya belum optimal. Masih dalam tahap mencoba beberapa pukulan yang akhirnya berujung menjadi kesalahan," Ungkap Ubed. Ia juga menambahkan, "Rasanya berbeda saat bermain, sehingga saya belum menemukan ritme yang ideal." Ubed selanjutnya dijadwalkan bertanding melawan pemenang antara Dion Hoegen dari Belanda dan Numair Shaik dari India. "Besok saya harus meningkatkan fokus dan konsentrasi, mengurangi kesalahan sendiri, serta bermain lebih teratur," jelasnya. Dalam pertandingan lainnya, Richie Duta Richardo dan Bismo Raya Oktora juga meraih keberhasilan untuk melaju ke babak 32 besar. Richie berhasil mengalahkan Arda Dogac Atan dari Turki dengan skor 21-9, 21-13. Di sisi lain, Bismo meraih kemenangan atas Santiago Batalha dari Portugal dengan skor yang lebih telak, yaitu 21-10, 21-5. Richie mengungkapkan bahwa pada awal pertandingan, ia masih berusaha menyesuaikan diri dengan pola permainan lawan, sehingga ia bermain dengan hati-hati. "Lawanku memulai dengan baik dan langsung mempercepat tempo, sehingga pada interval gim pertama dan kedua, skornya sangat ketat," ujarnya. ANTARA