**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyampaikan pesan penting kepada penerusnya agar memahami dengan baik konsep *agglomeration* demi memastikan bahwa pembangunan di Jakarta berjalan pada jalur yang benar. Ia menekankan bahwa pemahaman ini sangat krusial agar ibu kota tidak kehilangan arah dalam upaya pengembangan.
"Maka dari itu, ke depan perlu adanya *agglomeration*. Mudah-mudahan ini dapat berjalan dengan baik. Saya tidak ingin Jakarta mengalami salah arah," ungkapnya di Jakarta.
Heru menjelaskan bahwa bantuan bagi masyarakat tidak harus selalu bersifat gratis. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah memberikan berbagai bentuk dukungan, termasuk *subsidi* untuk transportasi. Kebijakan yang diambil, menurut Heru, harus diarahkan dengan tepat agar tidak menjadi beban bagi masyarakat di masa mendatang.
"Sebaiknya kita berikan mereka kesempatan untuk mandiri dalam menjalani kehidupan ke depan," tambahnya.
Dalam konteks transformasi perkotaan, Heru menyarankan agar Jakarta dapat mengambil pelajaran dari kota-kota global lainnya, seperti Osaka. Menurutnya, Osaka telah berhasil mengeksplorasi identitas budaya lokal melalui penguatan kapasitas riset akademis. Selain itu, kota Melbourne juga dijadikan contoh, karena telah berhasil menciptakan konsep kota cerdas.
Meskipun demikian, ia menegaskan pentingnya tidak membandingkan Jakarta dengan kota-kota internasional yang berbeda secara signifikan dalam hal luas, kepadatan penduduk, maupun karakteristik. Sebagai contoh, ia menyebut Singapura yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih sedikit dibandingkan Jakarta yang mencapai 10 hingga 11 juta jiwa, dengan kepadatan mencapai 17 ribu jiwa per kilometer persegi.
"Perbandingan harus 'apple to apple' agar kita di Jakarta dapat menarik pelajaran yang relevan," jelas Heru.
Ia juga berpesan kepada para pejabat DKI, mulai dari eselon dua dan tiga hingga lurah dan camat, agar terus mengembangkan pemikiran dan membuka wawasan demi kemajuan kota Jakarta.
Heru menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukanlah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu atau dua tahun. Proses ini memerlukan waktu dan kerja keras untuk melakukan perbaikan di DKI Jakarta.
"Jika kita berbenah menuju ke dalam 20 kota global teratas, dampaknya akan luas. Ekonomi akan berjalan, UMKM akan bergerak, dan masyarakat dapat tinggal dengan baik," tuturnya.
ANTARA
Heru Budi Hartono, Pentingnya Aglomerasi untuk Pembangunan Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







