**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, merasa optimis bahwa semua janji serta program yang telah dia sampaikan, baik dalam debat publik maupun saat blusukan ke berbagai wilayah, bukan hanya omong kosong belaka. Ia percaya semua akan terealisasi dengan baik.
Pramono menekankan pentingnya rasionalitas masyarakat dalam menilai kemampuan para calon untuk memenuhi janji-janji yang diucapkan. "Masyarakat seharusnya berpikir secara logis mengenai apakah janji yang diucapkan dapat dipenuhi. Saya percaya bahwa apa yang saya sampaikan bisa diwujudkan," ujarnya di Pademangan, Jakarta Utara.
Di dalam konteks debat yang digelar, Pramono menganggap tidak ada masalah jika para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menyampaikan berbagai janji sebagai bagian dari strategi untuk memenangkan pemilihan. Menyadari bahwa masih banyak pemilih yang ragu atau disebut *swing voters*, ia berjanji akan lebih aktif turun langsung ke masyarakat guna membangun kepercayaan dan menarik perhatian mereka.
"Langkah yang kami ambil adalah melakukan kegiatan-kegiatan konkret, berinteraksi dengan rakyat, dan menjawab kebutuhan mereka," kata Pramono.
Lebih jauh, mantan Sekretaris Kabinet ini juga menyatakan niatnya untuk melibatkan lebih banyak media dalam kampanye, serta melakukan pendekatan langsung ke masyarakat. Ini merupakan usaha nyata untuk mengenalkan diri dan program yang diusung kepada publik. "Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang baik dan program-program nyata yang kami tawarkan, masyarakat akan memberikan dukungan kepada kami," imbuhnya.
Menyikapi situasi saat ini, analis komunikasi politik, Hendri Satrio, mengamati bahwa banyak pemilih di Pilkada Jakarta 2024 yang belum menentukan pilihan. Ia menekankan bahwa ada masyarakat yang baru akan membuat keputusan pada masa tenang atau bahkan pada hari pencoblosan. "Berdasarkan survei, banyak yang memutuskan di hari H dan selama minggu tenang," jelas Hendri Satrio.
Hendri juga mengingatkan para calon untuk menjaga ucapan dan perilaku mereka menjelang hari pemungutan suara. Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor penting bagi warga Jakarta dalam menentukan pilihan. Selain itu, masyarakat juga ingin mengamati karakter calon pemimpin mereka sebelum membuat keputusan.
Dalam debat perdana Pilkada DKI yang berlangsung pada Minggu malam (6/10), Pramono Anung dan pasangan calon Wakil Gubernur Rano Karno memperkenalkan visi misi dan program kerja bertajuk "Jakarta Menyala." Mereka menekankan sejumlah program menarik, seperti gelaran Benyamin S Awards dan integrasi layanan JAKI.
Pramono juga mengutarakan rencananya untuk mengadakan bursa kerja setiap tiga bulan di kecamatan, menyediakan pelatihan bersertifikat, dan menyusun lowongan kerja terintegrasi melalui JAKI. Di samping itu, ada rencana untuk memperkenalkan kebijakan *work from anywhere* untuk pegawai ASN, BUMD, dan sektor swasta. Penambahan layanan penitipan anak di area kerja dan pusat perkantoran merupakan fokus lain dalam programnya.
Tidak hanya itu, Pramono mengangkat isu pendidikan, mencermati masalah tingkat anak putus sekolah serta ketimpangan pendapatan guru honorer. Dia menjanjikan solusi melalui program wajib belajar 12 tahun, Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga lulus kuliah. Selain itu, ada rencana pelatihan bagi guru penyandang disabilitas dan beasiswa untuk pendidikan S2 dan S3 bagi guru dan dosen.
Di sektor kesehatan, Pramono berkomitmen untuk meluncurkan hotline layanan psikolog 24 jam, mengurangi waktu antrean BPJS, menambah fasilitas kesehatan, serta menyediakan RS Apung, kapal ambulans, dan helikopter ambulans di Kepulauan Seribu.
ANTARA
Pramono Anung Optimis Penuhi Janji untuk Jakarta Menyala
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







