JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, menegaskan bahwa pola pikir positif merupakan kunci utama yang membantunya bangkit dari ketertinggalan untuk melanjutkan langkahnya menuju babak 16 besar di ajang *Wuhan Open*. Dalam pertandingan babak pertama yang dihelat pada hari Selasa, Aldila berkolaborasi dengan petenis asal Kanada, Leylah Fernandez, untuk menghadapi pasangan Beatriz Haddad Maia dan Laura Siegemund. Pertandingan yang berlangsung di lapangan keras bergengsi WTA 1000 tersebut memperlihatkan semangat juang Aldila dan Leylah. Mereka berhasil mengalahkan Haddad Maia/Siegemund dengan skor akhir 2-6, 7-5, 10-6, meskipun sempat tertinggal 2-6 dan 1-4. Aldila dan Leylah menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa dengan mengejar ketertinggalan menjadi 3-4, dan kemudian menyamakan kedudukan menjadi 5-5 setelah meraih break yang penting. Dalam keterangan yang disampaikan melalui pesan instan, Aldila menyatakan bahwa menjaga pikiran tetap positif menjadi kunci menghadapi tekanan. "Yang pasti, kita bisa tetap positif meskipun sudah ketinggalan, dan memang lawan bermain sangat baik di set pertama," ujar Aldila. Ia menambahkan bahwa mereka mengalami beberapa momen kritis dengan banyak poin *deuce* yang tidak dapat diambil, namun berhasil membalikkan keadaan di set kedua dan tampil lebih agresif, akhirnya memaksakan lawan melakukan lebih banyak kesalahan. Memasuki set ketiga, meskipun lawan sempat meminta waktu istirahat, Aldila dan Leylah tetap fokus dalam menjalani super tie-break yang berlangsung cepat. Mereka segera mengambil poin-poin awal dan memimpin di *super tie-break*. "Puji Tuhan, kita bisa bermain dengan baik lagi di set ketiga dan akhirnya memenangkan pertandingan ini dengan baik," tambah Aldila. Setelah kemenangan itu, Aldila dan Leylah akan menunggu pemenang dari pertandingan antara unggulan kelima, Elise Mertens/Zhang Shuai, dan Ashlyn Krueger/Harriet Dart. Aldila mengungkapkan ketidakpastian mengenai calon lawan di babak selanjutnya dan menekankan pentingnya untuk mengamati permainan mereka agar bisa menyiapkan strategi yang tepat. Di samping itu, Aldila memiliki banyak agenda hingga akhir musim 2024. Usai *Wuhan Open*, petenis berusia 29 tahun ini direncanakan untuk berkompetisi di beberapa turnamen penting lainnya di Asia, seperti di Ningbo dan Hong Kong. Turnamen ini menjadi sangat penting dalam upaya mendongkrak peringkatnya, yang saat ini berada di posisi 45 dunia per 1 Oktober, setelah sebelumnya mencapai peringkat tertinggi di posisi 26 pada 23 Oktober 2023. Sekumpulan turnamen yang akan datang menjadi bagian dari persiapannya untuk menghadapi musim kompetisi 2025 dan meningkatkan performanya di ajang internasional. ANTARA