JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), berkomitmen untuk menciptakan sebuah Jakarta yang inklusif, toleran, serta berkeadaban. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, mereka menekankan pentingnya menjadikan ibu kota sebagai kota global yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Juru Bicara pasangan RIDO, Billy Mambrasar, mengungkapkan bahwa mereka memiliki program-program strategis guna menjaga kerukunan antar umat beragama. Salah satu langkah konkret adalah penyediaan Dana Operasional untuk Rumah Ibadah, yang akan mendukung kegiatan operasional serta layanan sosial di seluruh tempat ibadah yang ada di Jakarta. Billy mengajak masyarakat untuk melakukan Pilkada dengan cara damai, penuh keceriaan, serta terhindar dari penyebaran berita palsu yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Salah satu inisiatif yang dihadirkan oleh pasangan RIDO adalah Program Jakarta Harmoni. Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan. Hal ini dilakukan sebagai upaya membangun saling pengertian dan penghargaan antar kelompok. Billy juga menanggapi berbagai isu yang beredar, khususnya tudingan yang menyebut Ridwan Kamil sebagai sosok yang mengedepankan intoleransi. Ia menegaskan, Ridwan Kamil adalah seorang yang memiliki komitmen tinggi terhadap keragaman dan nilai-nilai inklusivitas. Pengalaman hidup Ridwan Kamil sebagai diaspora yang telah menghabiskan waktu di luar negeri membuatnya paham dan menghargai masyarakat multikultural. Ridwan Kamil memandang perbedaan sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagai tantangan. Dalam pandangannya, hal ini justru dapat diperkuat untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan dinamis. Rekam jejak Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat menunjukkan dukungannya terhadap berbagai inisiatif dan program lintas agama. Terbukti dengan adanya peningkatan signifikan, yaitu sebesar 7,12 poin dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Jawa Barat. Angka ini meningkat dari 72,6 poin pada tahun 2016 menjadi 79,72 poin pada tahun 2022. Pencapaian tersebut mencerminkan tingginya semangat toleransi di kalangan masyarakat Jawa Barat, di mana lebih dari 90 persen dari mereka menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman keyakinan. Indeks Kerukunan Beragama di Jawa Barat telah melampaui angka rata-rata nasional yang berada di 75,36 persen, menjadikan provinsi tersebut salah satu daerah terdepan dalam hal kerukunan antar umat beragama. Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, daerah yang sebelumnya dianggap rawan konflik berbasis agama ini dapat menjaga stabilitas serta kerukunan antar umat beragama. Selain itu, Billy juga menepis tuduhan yang mengaitkan Ridwan Kamil dengan program-program yang hanya difokuskan pada satu agama tertentu, yaitu Islam. Salah satu program tersebut adalah *Maghrib Mengaji*, yang menurut Billy bukanlah hal baru dan sudah ada sejak era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan pada tahun 2019. Ia menekankan bahwa gerakan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat mayoritas yang beragama Islam, dan program keagamaan lain tetap akan mendapatkan perhatian yang sama demi menciptakan Jakarta yang inklusif. Pasangan RIDO berencana untuk melanjutkan dan membenahi program ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh semua kalangan. Mereka menghargai tradisi yang telah lama diadopsi oleh masyarakat Muslim dan berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh pemeluk agama mendapatkan perhatian yang setara. Berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, terdapat tiga pasangan yang maju dalam Pilkada DKI Jakarta, yaitu Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno nomor urut 3. ANTARA