**Borneonews - Tanjung Selor**, Pemerintah Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara sedang berupaya untuk memperkuat pengembangan industri garam gunung di Krayan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan pelatihan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terkait teknik pengemasan produk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nunukan, Sabri, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk garam lokal dan memperluas peluang pasar, termasuk potensi untuk ekspor. Dalam hal ini, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan telah melaksanakan sesi pelatihan pengemasan di Desa PaKebuan, Kecamatan Krayan Timur, pada hari Senin, 7 Oktober.
Selain untuk menambahkan nilai pada produk garam yang dihasilkan, pengemasan yang baik akan memberikan identitas tersendiri bagi produk garam dari Krayan, serta meningkatkan daya saing produk tersebut di pasaran. Garam gunung Krayan dikenal memiliki kualitas yang unik dan telah diakui di pasaran lokal hingga internasional. Namun, banyak pelaku IKM yang masih menghadapi tantangan dalam hal pengemasan produk mereka. Sebagian dari mereka sering kali menggunakan kemasan yang sederhana dan tanpa label, sehingga kurang menarik bagi konsumen yang lebih modern.
Pelatihan yang diberikan mencakup pemahaman tentang pentingnya desain kemasan yang menarik, cara labeling yang tepat, serta perizinan usaha yang relevan. Para peserta juga mendapatkan bimbingan dalam pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).
Sabri juga menekankan keyakinannya bahwa dengan kualitas produk yang baik dan kemasan yang menarik, garam gunung Krayan memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara itu, Martinus, Ketua kelompok IKM garam, menyambut positif dorongan dari Pemkab Nunukan ini. Ia menyatakan, "Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini, dan kami yakin bahwa dengan pengemasan yang lebih baik, produk garam kami dapat lebih dikenal di pasaran."
Garam gunung Krayan sebagai komoditas ekspor memang memiliki prospek yang cerah. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah standarisasi kualitas produk. Penting bagi setiap produk untuk memenuhi standar yang konsisten agar dapat diterima di pasar dengan baik.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus memastikan keberlanjutan sumber daya alam tersebut untuk jangka panjang. Sabri menambahkan, "Diperlukan juga perbaikan infrastruktur jalan dan transportasi untuk mempermudah distribusi produk garam ke pasar."
Dengan dukungan pemerintah dan kerja sama dari semua pihak terkait, ada keyakinan bahwa garam gunung Krayan akan tetap menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Nunukan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
ANTARA
Pengembangan Industri Garam Gunung Krayan untuk Ekspor Berkualitas
Bagikan:

TANJUNG SELOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







