SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) tahun ini mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah atlet yang berpartisipasi dalam cabang olahraga para catur. Kenaikan ini mencerminkan popularitas yang semakin berkembang dalam cabang olahraga catur yang disabilitas ini. Budi Santoso, selaku Competition Manager Para Catur, menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di kancah catur tingkat Asia telah memperkuat reputasi para atletannya. "Cabang olahraga para catur kini semakin berkembang, terutama mengingat banyaknya medali emas yang berhasil diraih dalam kompetisi di Asia, termasuk oleh Indonesia," ujarnya saat konferensi pers di sela pertandingan hari kedua Peparnas XVII yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Budi menambahkan bahwa pengenalan terhadap para catur Indonesia oleh kompetitor internasional turut berkontribusi pada meningkatnya minat dan jumlah peserta. Dalam catatan, pada Peparnas Papua 2021, hadir 171 atlet para catur, sementara tahun ini jumlah tersebut meningkat menjadi 192 atlet yang mewakili 32 provinsi. "Secara keseluruhan, kali ini situasi dan kompetisi berlangsung di luar perkiraan kami. Dari sisi kekuatan, peluang untuk meraih medali masih tergolong seimbang, mengingat pertandingan baru memasuki ronde ketiga," tuturnya, merujuk kepada serangkaian kompetisi yang terdiri dari 12 ronde. Pertandingan para catur kali ini juga menyajikan dua jenis permainan, yaitu catur standar dengan durasi permainan selama 60 menit dan catur cepat yang dimainkan dalam waktu 30 menit. Pada hari yang sama, terdapat beberapa nomor yang dipertandingkan, termasuk kategori B1 untuk atlet tuna netra total, serta kategori B2/3 untuk atlet yang memiliki penglihatan terbatas atau *low vision*, dan kategori tuna daksa untuk atlet putra dan putri. "Permainan yang dipertandingkan memang serupa, yaitu untuk menguji keterampilan masing-masing atlet. Meskipun tingkat berpikir dalam permainan sama, tetap diharuskan untuk mengikuti kelas yang sesuai," tambahnya. Salah satu atlet yang berlaga dari kontingen Provinsi Riau, Rudi Setianto, menegaskan targetnya untuk meraih medali emas pada turnamen para catur kali ini. "Saya menargetkan medali emas di nomor B1 putra," ujarnya dengan semangat. Sebagai persiapan menjelang kompetisi, Rudi mengaku rutin berlatih di rumah dan mengikuti pelatihan di tingkat provinsi selama sebulan. Pria berusia 25 tahun ini mengungkapkan kecintaannya terhadap catur yang sudah dimulai sejak ia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Ketika saya mulai mengalami kondisi tuna netra di kelas 2 SMP, guru saya di SLB mengenalkan saya pada permainan catur. Sejak saat itu saya sangat menyukainya dan pernah meraih juara I di ajang OSN tingkat nasional," tambahnya mengenang perjalanan cintanya terhadap olahraga ini. ANTARA