JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi gerbang strategis bagi negara-negara Eropa dalam menjangkau pasar Asia. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury dalam acara 2024 Indonesia-European Business Forum (IEBF). Dalam sambutannya pada pembukaan IEBF yang berlangsung di Jakarta, Mansury menekankan bahwa Indonesia telah menjalin berbagai perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah entitas, termasuk ASEAN, kelompok G7, serta negara-negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, India, Tiongkok, dan Hong Kong. "Kesepakatan ini menciptakan peluang bagi negara-negara Eropa untuk memperluas pasar mereka dengan Indonesia sebagai pusat strategis," ungkap Mansury. Dia juga menyoroti beberapa sektor yang penting untuk dilanjutkan kerja samanya, antara lain teknologi dan informasi, ekonomi hijau dan biru, pariwisata, ekonomi kreatif, kesehatan, serta sektor manufaktur. Dia menambahkan bahwa Indonesia siap untuk menjadi mitra dan alternatif pusat manufaktur bagi negara-negara Eropa. Hal ini diharapkan dapat membantu Indonesia mengembangkan diri sebagai pusat perdagangan dan manufaktur yang terpercaya bagi perusahaan-perusahaan Eropa. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari yang sama, Mansury mengungkapkan bahwa nilai transaksi yang tercatat di IEBF 2024 mencapai US$11 miliar. Angka transaksi yang besar ini menjadi cerminan dari hasil konkret dalam upaya menciptakan kerja sama antara Indonesia dan perusahaan-perusahaan Eropa. Selama acara tersebut, juga ditandatangani enam nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Eropa. IEBF 2024 mengusung tema "Mendorong Kolaborasi Bisnis Indonesia-Eropa Menuju Pembangunan Ekonomi yang Lebih Berkelanjutan dan Adil." Sementara itu, Forum Bisnis Indonesia-South dan Central Asia (INASCA) yang berlangsung di hari yang sama dengan IEBF 2024 juga mencatat total nilai transaksi senilai US$8,3 miliar. ANTARA