KALIMANTAN memiliki keanekaragaman etnik yang luar biasa. Selain unik, juga sangat tipikal. Khusus tentang produk budaya bendawi seperti lukis-melukis, gambar-menggambar, Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, memiliki ciri khas yang unik.
Dalam hal lukis-melukis di atas kain, atau yang selama ini disebut sebagai batik, Kalimantan Tengah punya produk yang tak ada duanya. Batik Kalimantan Tengah yang unik ini disebut benang bintik.
Benang bintik, di sana-sini memang sudah dipopulerkan para penggiat budaya, para pecinta budaya. Tetapi harus diakui, aktivitas para penggiat budaya khususnya benang bintik ini belum maksimal. Sehingga belum bisa mengangkat benang bintik menjadi ciri khas daerah. Belum bisa mengangkat benang bintik menjadi jati diri dan identitas daerah.
Apa yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Brahim S Bahat sungguh patut diberi applaus. Ary telah menjadi pemrakarsa sekaligus pelaksana Benang Bintik Carnival Show 2016. Lebih dari 700 peserta mengikuti acara itu.
Benar, acara ini digelar dalam rangka turut memeriahkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Tetapi sesungguhnya, bagi Ary acara ini lebih merupakan cetusan hasrat terpendam untuk mengekspresikan harta karun yang diwariskan leluhur, yakni berupa budaya batik yang disebut benang bintik itu.
Kekayaan produk budaya Kalimantan Tengah harus mengemuka. Bukan hanya menasional, tetapi mendunia. Persoalannya, apalah daya para penggiat budaya, apalah daya para seniman tanpa dukungan sebuah kebijakan.
Kebijakan pemerintah ini penting, untuk mendukung keberlangsungan produk budaya sebagai komoditi. Ary Egahni sebagai desainer tentu tidak bisa tampil sebagai penggiat budaya yang utuh menakala belum bisa membangkitkan kemampuan atau kapasitas diri dan masyarakatnya dalam memproduksi benang bintik itu.
Perlu diketahui, selama ini, meski kain batik benang bintik itu desainnya dibuat oleh seniman Kalimantan Tengah, tetapi pencetakannya, produksinya dilakukan di Solo atau Yogyakarta. Banyak alasan mengapa batik benang bintik harus diproduksi di kedua kota di Jawa itu.
Di sinilah gunanya sebuah kebijakan. Dengan kebijakan yang benar dan kondusif, maka kinerja sumber daya bisa dikelola. Baik sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan bisa dialokasikan untuk menguatkan jati diri daerah. Dengan bisa memproduksi sendiri, maka benang bintik sepenuhnya bisa diklaim sebagai identitas atau jati diri Kalimantan Tengah secara utuh.








