PADANG –
**Borneonews - Pariaman**, Sebanyak 1.491 tenaga honorer yang berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat, melaksanakan kegiatan pembersihan kawasan objek wisata pantai setempat yang dinamakan "Gerakan 1491". Aktivitas ini dimulai pada Selasa, 8 Oktober 2024, dan akan berlangsung setiap pagi hingga Jumat, 11 Oktober 2024. Penjabat Wali Kota Pariaman, Roberia, menyatakan bahwa hari ini merupakan awal dari "Gerakan 1491". Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di area pantai yang menjadi destinasi wisata. Kegiatan pembersihan ini dibagi menjadi dua sesi. Jadwal pertama diperuntukkan bagi tenaga honorer dari organisasi perangkat daerah yang akan melaksanakan pembersihan dari pukul 06.30 hingga 07.30 WIB. Sementara itu, untuk guru honorer, sesi pembersihan dimulai lebih awal, yakni pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Dalam kegiatan pembersihan hari ini, ribuan honorer terlibat dalam aksi membersihkan Pantai Kata dari berbagai jenis sampah. Agenda kebersihan ini akan dilanjutkan hingga hari Jumat, dengan target membersihkan berbagai lokasi, termasuk Pantai Ayunan, Pantai Cermin, Gandoriah, dan Pantai Apar. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Roberia mencatat bahwa pihaknya telah menyiapkan kantong plastik sebagai tempat untuk sampah yang ditemui, serta mobil untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan oleh para petugas. Kegiatan ini merupakan wujud dari pengabdian dan kecintaan tenaga honorer terhadap lingkungan dan Pariaman. Dengan kawasan pantai yang bersih, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat, yang tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat setempat, khususnya mereka yang menggeluti bidang wisata. Roberia juga memberikan apresiasi kepada para tenaga honorer yang berhasil membersihkan Pantai Kata dalam waktu singkat, hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk membuat kawasan tersebut bebas dari sampah. Di sisi lain, Pemerintah Kota Pariaman juga telah memastikan bahwa terdapat seleksi bagi tenaga honorer dalam pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.491 orang. Roberia menegaskan bahwa seleksi ini akan berbeda dari ujian tertulis yang biasanya ada pada pengangkatan CPNS, tetap akan dilakukan evaluasi untuk memverifikasi keabsahan status tenaga honorer. Ia menambahkan bahwa meskipun tenaga honorer yang telah bertugas selama lebih dari setahun, bahkan belasan tahun, akan tetap mengikuti seleksi, mereka memiliki prioritas untuk diangkat sebagai PPPK. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah adanya tenaga honorer "siluman" yang mengaku-ngaku sudah bekerja dalam waktu lama, padahal kenyataannya tidak demikian. ANTARA