GORONTALO –
**Borneonews - Kota Gorontalo**, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai pengakuan atas kontribusi dan partisipasi mereka dalam membantu korban bencana longsor yang terjadi di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. Zuhriana K. Yusuf, menyampaikan bahwa penghargaan ini diserahkan pada acara yang berlangsung di Gorontalo. Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan karena Fakultas Kedokteran UNG telah melakukan upaya signifikan dalam memberikan dukungan kepada korban bencana yang terdampak. Lebih lanjut, Dr. Zuhriana menyatakan harapan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran UNG dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi situasi bencana. Bencana longsor yang menimpa Suwawa Timur baru-baru ini mengakibatkan dampak yang cukup besar bagi warga setempat, sehingga bantuan sangat diperlukan. Sebagai bentuk nyata dari kepedulian terhadap masyarakat, tim dari Fakultas Kedokteran UNG, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, langsung terjun ke lokasi bencana. Mereka memberikan bantuan medis serta dukungan emosional kepada para korban longsor, menunjukkan komitmen fakultas dalam tanggap darurat. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zuhriana juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas apresiasi yang telah diterima dari Basarnas. Ia menekankan bahwa aksi sosial yang dilakukan oleh UNG terhadap korban bencana adalah refleksi dari kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat, khususnya di area yang telah terkena dampak bencana. Dengan penerimaan penghargaan ini, Dr. Zuhriana berharap bahwa Fakultas Kedokteran UNG akan semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di masa mendatang. Ia menyatakan pentingnya kontribusi yang dapat diberikan oleh fakultas untuk masyarakat luas, khususnya di wilayah Gorontalo yang sering mengalami bencana. ANTARA