BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kini tengah menunggu rekomendasi dari tim terkait mengenai hasil kajian teknis untuk penetapan status tanggap darurat akibat bencana longsor. Kejadian longsor ini telah menyebabkan satu rumah amblas dan terjun ke dalam Sungai Manjuto. Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, menjelaskan bahwa BPBD akan memfasilitasi langkah-langkah yang diperlukan jika hasil kajian teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang menunjukkan perlunya tindak lanjut dalam bentuk penanganan darurat. Ujarnya, "Kami akan mengawal proses ini dan memastikan semua rekomendasi ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan yang ada." Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemerintah Kabupaten Mukomuko telah melakukan peninjauan di lokasi longsor yang terjadi di tebing sepanjang Sungai Manjuto, tepatnya di Desa Pondok Panjang, Kecamatan V Koto. Dalam insiden ini, satu rumah pun dilaporkan telah terjatuh ke dalam sungai. TRC yang terdiri dari anggota BPBD Mukomuko, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah melakukan evaluasi di lapangan untuk menilai dampak longsor sesuai dengan kewenangan masing-masing OPD. Ruri menambahkan, "Setelah kami mendapatkan hasil kajian dan analisis dari tim teknis, BPBD akan memfasilitasi proses ini dan kemudian menyampaikannya kepada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati untuk diterbitkannya Surat Keputusan (SK) tanggap darurat." Namun, sebelum proses lebih lanjut dapat dilakukan, Ruri menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu konklusi dari kajian yang dilakukan oleh tim teknis. Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, mengungkapkan bahwa rumah yang amblas itu adalah milik seorang warga bernama Dadang, berusia 35 tahun. Sebelum insiden tersebut, pemilik rumah telah mengungsi ke rumah keluarganya demi keselamatan. Ahmad juga mengungkapkan bahwa di sekitar lokasi tersebut terdapat 14 rumah lainnya yang terancam berada di tepi tebing, berjarak hanya sekitar satu meter dari tebing yang longsor. "Meskipun rumah-rumah tersebut masih dihuni, kami tetap mengimbau agar para penghuni tetap waspada. Terlebih, curah hujan saat ini cukup tinggi yang dapat memperparah situasi," tuturnya. Menanggapi situasi ini, anggota TRC yang terdiri atas berbagai OPD telah melakukan asesmen di kantor desa bersama dengan kepala desa dan camat untuk mencari solusi terbaik. Ahmad menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah mengajukan status tanggap darurat kepada Pjs Bupati Mukomuko untuk penanganan segera terkait longsor yang terjadi di Desa Pondok Panjang. "Setelah kami melakukan asesmen, langkah berikutnya adalah menyampaikan pengajuan status tanggap darurat kepada Pjs Bupati Mukomuko untuk segera diambil tindakan," ujarnya. ANTARA