JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tengah membangun kerja sama strategis dengan otoritas di Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang ada di Indonesia. Kepala Bappebti, Kasan, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut diwujudkan melalui serangkaian pertemuan dengan sejumlah institusi terkait yang bergerak di bidang PBK. Pertemuan tersebut dilakukan dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (*Commodity Futures Trading Commission*/CFTC), Kamar Dagang AS-Indonesia (*America-Indonesia Chamber of Commerce*/AICC), serta Bank Dunia di Washington D.C dan New York City, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. "Kami sangat berkomitmen untuk memajukan industri PBK di Tanah Air. Kunjungan kerja ini merupakan salah satu dari banyak langkah untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan berbagai lembaga PBK di AS," ujar Kasan dalam sebuah pernyataan di Jakarta. Dalam pertemuannya dengan CFTC, Kasan menjabarkan bahwa diskusi tersebut berkisar pada upaya peningkatan industri PBK di Indonesia secara menyeluruh. CFTC sendiri adalah lembaga pengawas independen yang didirikan oleh pemerintah AS dengan tujuan untuk melindungi pelaku pasar serta investor dari berbagai bentuk penipuan, manipulasi, dan praktik ilegal lainnya di pasar komoditas. Ini termasuk juga di dalamnya transaksi valuta asing (*foreign exchange*/forex). Kasan menambahkan, CFTC menaruh perhatian yang besar pada tata kelola perdagangan aset kripto yang dilakukan oleh Bappebti. Hal ini berkaitan dengan peran penting para pelaku pasar dalam industri PBK yang dianggap menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sektor tersebut. Lebih lanjut, Kasan menyampaikan bahwa kebijakan aset kripto yang diterapkan oleh pemerintah AS saat ini sejalan dengan kebijakan yang ada di Indonesia, di mana aset kripto dianggap sebagai komoditas. Dalam pertemuannya dengan Bank Dunia, Bappebti membahas peluang untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan kelembagaan serta untuk meningkatkan kualitas PBK di Indonesia. Ini mencakup juga upaya dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam industri ini, dan melakukan reviu terhadap regulasi yang berlaku di Bappebti mengenai PBK. Berkenaan dengan AICC, Bappebti berupaya untuk mendorong peningkatan transaksi multilateral yang melibatkan pelaku industri PBK di Amerika Serikat. Kasan menekankan bahwa AICC sangat penting dalam konteks likuiditas transaksi di sektor PBK, sehingga edukasi kepada produsen komoditas untuk bertransaksi melalui Bursa Berjangka Indonesia perlu terus dilakukan. Hal ini diharapkan dapat mendorong kemajuan yang lebih signifikan bagi Bursa Berjangka di Indonesia. ANTARA