JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua hingga bulan Agustus 2024 mencatatkan angka sebesar Rp31,265.34 miliar. Angka tersebut didominasi oleh elemen pendapatan transfer, yang menjadi komponen utama dalam struktur pendanaan daerah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua, Moudy Hermawan, memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kondisi ini saat konferensi pers di Jayapura. Ia menyebutkan bahwa realisasi belanja APBD Provinsi Papua juga menunjukkan perkembangan, yaitu mencapai Rp21,512.24 miliar pada akhir Agustus 2024. Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam penggunaan anggaran tersebut. Moudy melanjutkan penjelasannya dengan menyoroti Transfer ke Daerah (TKD) yang disalurkan kepada Provinsi Papua. Hingga tanggal 31 Agustus 2024, TKD yang telah dialokasikan mencapai Rp26,717.96 miliar, atau setara dengan 85,46 persen dari total pendapatan APBD. Kondisi ini mencerminkan bahwa dana dari pusat melalui mekanisme TKD tetap berperan penting dalam mendukung keuangan provinsi tersebut. Dalam konteks ini, Moudy merekomendasikan agar pemerintah daerah terus berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dianggap krusial untuk mengurangi ketergantungan pada pendanaan dari pusat. Ia menyarankan pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang dapat menarik minat investor, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian setempat. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam mencari sumber-sumber pertumbuhan baru. Menurutnya, potensi yang ada di Provinsi Papua masih sangat besar dan belum sepenuhnya digali serta dimanfaatkan. Sebagai langkah tambahan, Moudy menganjurkan pemerintah daerah agar menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pendapatan daerah dan memperkuat ekosistem keuangan lokal. Dengan langkah-langkah yang strategis, diharapkan potensi yang ada dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Papua. ANTARA