**Borneonews - Banda Aceh**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong masyarakat Indonesia untuk belajar dari pengalaman masyarakat Aceh dalam memulihkan diri setelah bencana dahsyat yang melanda provinsi tersebut pada tahun 2004. Pernyataan ini disampaikan oleh Prasinta Dewi, Deputi BNPB untuk Pencegahan Bencana, dalam acara Bulan Pengurangan Risiko Bencana (BPRB) yang diselenggarakan di Banda Aceh pada hari Selasa. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 Oktober, dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor terhadap bencana. Aceh dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan acara BPRB tahun ini, bertepatan dengan peringatan 20 tahun tsunami 2004 yang menewaskan lebih dari 177.000 orang akibat gempa bumi berkekuatan 9.1 yang terjadi di bawah laut. Dewi menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, BNPB berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga tentang cara memulihkan diri setelah bencana besar dan meningkatkan upaya pencegahan risiko bencana. Dia menegaskan, “Kami merenungkan peristiwa ini, bukan untuk membangkitkan kesedihan tetapi untuk belajar, mendidik, dan membagikan upaya-upaya yang telah dilakukan serta bagaimana kita dapat mengembangkan lebih lanjut.” Dewi menambahkan bahwa Bulan Pengurangan Risiko Bencana juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana yang mungkin terjadi di masa depan. Lebih jauh, Dewi menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk mengenali lokasi tempat tinggal mereka, tingkat ancaman bencana, dan jalur evakuasi yang harus diambil jika bencana terjadi. Sementara itu, Sekretaris Sementara Provinsi Aceh, Azwardi, menjelaskan bahwa pemerintah Aceh memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. "Tahun ini adalah peringatan 20 tahun tsunami Aceh, sehingga ada banyak pelajaran yang bisa kita bagikan kepada masyarakat," ujarnya. ANTARA