**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, menekankan pentingnya proses seleksi yang hati-hati bagi investasi di ibu kota baru Indonesia, Nusantara, yang terletak di Kalimantan Timur. Proses ini bertujuan untuk menilai niat dari calon investor. "Sejatinya, ada banyak investor yang berminat untuk berinvestasi. Namun, mereka perlu diseleksi untuk menentukan apakah mereka serius. Jika mereka menunjukkan keseriusan, maka mereka akan mendapatkan kesempatan," ujar Jokowi kepada awak media di Jakarta pada hari Selasa. Ia menjelaskan bahwa meskipun pemerintah terbuka terhadap proposal investasi, tetap terdapat proses seleksi yang bertujuan untuk memastikan hanya investor yang tepat yang dipilih. "Kami memang melakukan proses seleksi, sehingga tidak semua orang bisa langsung berinvestasi. Investasi baru diperbolehkan setelah melewati proses ini," tegas Jokowi. Berdasarkan informasi dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), saat ini jumlah investasi yang masuk ke Nusantara mencapai Rp58,4 triliun, yang setara dengan sekitar USD 3,73 miliar. Jokowi mengungkapkan keyakinannya bahwa target pemerintah untuk mencapai investasi sebesar Rp100 triliun di Nusantara dapat terwujud. Pemerintah Indonesia juga membuka peluang di semua sektor investasi, terutama yang berkaitan dengan dukungan logistik di Nusantara. Dengan langkah ini, diharapkan akan terjalin lebih banyak kerjasama yang bermanfaat bagi pembangunan kawasan tersebut. ANTARA