**Borneonews - Timor Tengah Selatan**, Perum Bulog telah melaksanakan penyaluran bantuan berupa 5.250 kilogram *Beras Fortivit* yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan stunting di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sudarsono Hardjosoekarto, Direktur Human Capital Perum Bulog, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu keluarga-keluarga yang memiliki anak yang mengalami stunting. "Beras Fortivit adalah produk unggulan Bulog yang khusus diformulasikan untuk mengatasi masalah tersebut," ungkapnya saat menyerahkan bantuan di lokasi pada hari Selasa.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa *Beras Fortivit* telah melalui analisis dan pengujian oleh tenaga medis terkait kualitas serta kandungan vitamin yang ada di dalamnya. Kandungan tersebut diyakini dapat membantu dalam menangani masalah gizi buruk serta stunting. Di Desa Oinlasi sendiri, terdapat sekitar 175 anak yang terindikasi mengalami stunting.
Program Bulog Peduli Gizi direncanakan akan berlangsung selama tiga bulan. Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan dokter dari Universitas Trisakti Jakarta untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan anak-anak yang menerima bantuan tersebut. "Harapan kami dengan intervensi selama tiga bulan ini adalah agar tinggi badan, berat badan, serta status gizi anak-anak tersebut dapat meningkat, dan mereka tidak mengalami sakit," jelas Sudarsono.
Mekanisme distribusi *Beras Fortivit* dilakukan dengan cara setiap anak akan menerima 10 kilogram per bulan. Menurut data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri, NTT tercatat sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Khususnya, Kabupaten TTS berada pada posisi ketiga dengan indeks prevalensi stunting mencapai 22,3 persen, yang diidentifikasi di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan.
Tidak hanya *Beras Fortivit*, Perum Bulog juga memberikan 1.575 boks susu formula yang ditujukan bagi 175 balita yang berada dalam kondisi berisiko gizi buruk di desa tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Penjabat Bupati TTS, S Seperius Edison Sipa, ia mencatat bahwa kasus stunting di wilayah itu menunjukkan penurunan setiap tahunnya. Meskipun penurunannya bersifat marginal, namun secara keseluruhan jumlah kasus yang ditangani cukup signifikan. "Kendala dalam penanganan stunting di TTS cukup beragam, termasuk pola pengasuhan yang tidak ideal di mana orang tua sering kali harus merantau ke luar negeri dan meninggalkan anak-anak mereka dengan kakek nenek," ungkapnya.
Edison juga mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog yang konsisten membantu Pemerintah Daerah TTS dalam upaya menekan angka stunting. Ia berharap semakin banyak pihak yang turut serta dalam penanganan permasalahan stunting, sehingga prevalensi kasus tersebut dapat terus menurun.
Program Bulog Peduli Gizi dijadwalkan berlangsung mulai hari Selasa (8/10) hingga Rabu (9/10).
ANTARA
Perum Bulog Salurkan 5.250 Kg Beras Fortivit untuk Atasi Stunting
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







