PADANG –
**Borneonews - Padang**, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghindari kebocoran pendapatan asli daerah yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat setempat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menegaskan pentingnya mendorong pengembangan pertanian di Mentawai. "Kami perlu memastikan bahwa sektor pertanian mendapat perhatian, agar tidak terjadi kebocoran pendapatan daerah," ungkapnya di Padang. Medi menyampaikan kekhawatirannya jika sektor pertanian tidak diperkuat, maka kebutuhan masyarakat secara terpaksa akan bergantung pada pasokan yang datang dari luar daerah. Hal ini terlihat ketika turis yang mengunjungi Mentawai sering kali membawa semua kebutuhannya dari Kota Padang, mengingat terbatasnya ketersediaan barang di Mentawai sendiri. "Apabila barang-barang tersebut diimpor dari luar, masyarakat Mentawai akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat ekonomis, dan hanya akan mendapatkan dampak negatif dari kunjungan wisatawan," tegas Medi. Dalam konteks ini, meskipun Kabupaten Kepulauan Mentawai baru saja lepas dari status daerah tertinggal, pihak Pemerintah Provinsi Sumbar berjanji akan terus memberikan dukungan serta penguatan. Bappeda meyakinkan bahwa perlakuan terhadap Mentawai akan tetap konsisten, terutama dalam memperkuat beberapa aspek strategis. Medi juga menyoroti bahwa kekuatan fiskal daerah yang telah menjadi destinasi internasional ini masih memerlukan dukungan yang lebih besar dari pemerintah provinsi maupun pusat. Selain fokus pada pertanian, Provinsi Sumbar juga akan mendorong Mentawai agar berani melakukan hilirisasi produk. Salah satu contohnya adalah dengan mengolah pisang. Selama ini, Kabupaten Mentawai mampu memproduksi berton-ton pisang yang dipasarkan ke Kota Padang dan sekitarnya. Namun, Medi mengungkapkan bahwa saat ini belum ada petani atau pengusaha lokal yang dapat mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah. "Ke depan, kami perlu memikirkan cara untuk menyediakan mesin dan teknologi kepada para petani atau pelaku usaha. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari produk pisang," tambah Medi. Dengan langkah ini, Bappeda yakin bahwa pendapatan masyarakat akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Mentawai. ANTARA