BORNEONEWS, Sukamara – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara akan memprogramkan pembuatan kandang koloni bagi hewan ternak milik masyarakat mengingat saat ini masih ada hewan ternak milik warga seperti sapi dan kambing yang dilepas dan berkeliaran.
Kepala Distanak Sukamara Suratman mengatakan, pihaknya siap memprogramkan kandang koloni atau kandang bersama untuk hewan ternak milik warga yang tergabung dalam kelompok tani, terutama untuk ternak jenis sapi dalam satu kandang.
“Untuk kandang koloni atau ternak satu kandang ini sebenarnya sudah dilaksanakan dan dibangun di Desa Terantang, Kecamatan Sukamara, pola satu kandang yang kedepannya ini pasti akan diterapkan, terutama bagi kelompok penerima sapi bantuan yang berasal dari pemerintah,” kata Suratman, Selasa (23/08/2016).
Ia menjelaskann, pola kandang koloni atau kandang bersama ini memang memiliki beberapa keuntungan, yakni pemantauan dinas terkait akan lebih mudah dan terfokus, serta kebersamaan yang terjalin antara peternak akan semakin meningkat.
“Selain itu untuk penanganan masalah kesehatan hewan ternak yang dilakukan oleh petugas kesehatan ternak akan lebih mudah dan juga menghindari adanya hal-hal lain yang tidak diinginkan,” ucap Suratman.
Program kandang koloni ini memang harus dilakukan karena selama ini masih banyak hewan ternak milik warga yang dilepas dan berkeliaran yang menjadi keluhan sebagian masyarakat.
Sebelumnya, Ifah seorang pengendara yang berhenti akibat gerombolan sapi melintas mengatakan merasa sangat terganggu dengan adanya hewan ternak berkeliaran di jalur yang padat aktivitas, terutama di pagi hari karena banyak anak-anak yang berangkat kesekolah.
“Ini selain menggangu pengendara juga bisa membahayakan pengendara. Misalnya ada pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi tiba-tiba sapinya menyebarang jalan kan bisa bahaya. Apalagi jumlah sapinya cukup banyak,” kata Ifah.
Menurut Ifah, pemerintah harus menangang masalah ini dengan memberikan teguran atau peringatan kepada pemilik hewan ternak agar sapi-sapi tersebut dikandangkan, agar tidak kembali berkeliaran.
“Jika tidak diberikan teguran, nanti pemiliknya tetap membiarkan sapinya berkeliaran,” ujar warga yang tinggal di Kelurahan Padang ini. (MG-13/m)








