BANTEN –
**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Jajaran Kepolisian Resor Kota Tangerang, Polda Banten, berhasil menangkap pelaku yang terlibat dalam penusukan terhadap seorang pria paruh baya berinisial S (44) di sekitar Jalan TPU Kampung Sarongge, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya. Menurut keterangan dari Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief N Yusuf, penangkapan ini dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah insiden penusukan yang terjadi pada hari Senin (7/10) sekitar pukul 18.50 WIB. "Kurang dari 1×24 jam pelaku sudah ditangkap di tempat persembunyiannya," ungkapnya. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan secara mendalam oleh tim penyidik. "Kami melakukan pemeriksaan intensif untuk menggali lebih jauh mengenai motif di balik tindakan penusukan ini," jelasnya lebih lanjut. Dari hasil investigasi awal, diperoleh informasi bahwa tubuh korban mengalami beberapa luka tusuk, yang diduga menjadi penyebab kematiannya. "Ada beberapa tusukan pada tubuh korban. Kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Balaraja," tambahnya. Sebelumnya, kejadian ini mengejutkan warga Perum Telaga Bestari, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, dengan penemuan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa. Saksi mata bernama Junaedi (38) menjelaskan bahwa insiden bermula ketika korban berbincang dengan dua orang terduga pelaku, yang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan, di sekitar lokasi pemakaman umum Talaga Bestari. Tak lama setelah percakapan tersebut, terjadi ketegangan yang berujung pada cekcok mulut antara korban dan pelaku, yang berakhir dengan penusukan. "Saya melihat ada dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka terlihat tengah bertengkar, dan akhirnya yang laki-laki menusukkan suatu benda ke tubuh korban sementara perempuan tersebut berusaha menahannya," tuturnya. Sekitar pukul 19.10 WIB, korban yang merupakan pria paruh baya tersebut ditemukan tergeletak tidak jauh dari sepeda motornya yang terparkir di pinggir jalan. "Posisi korban sudah terjatuh dan tubuhnya dipenuhi dengan bercak darah akibat luka tusukan," ungkap Junaedi. Penanganan kasus ini masih terus berlanjut, sementara pihak kepolisian berupaya mengumpulkan bukti dan saksi-saksi yang relevan untuk memperkuat penyelidikan. ANTARA