JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mengimplementasikan empat strategi utama untuk mempertahankan kinerja positif yang telah diraihnya hingga saat ini. Langkah ini diungkapkan oleh Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna. Strategi pertama yang diusung BSI adalah memperluas cakupan pasar. Untuk mencapai tujuan ini, BSI menargetkan generasi muda serta individu yang memiliki orientasi konformis terhadap layanan keuangan. "Selama ini, kami telah berkembang dari pasar yang beralih ke syariah. Kini, kami berupaya untuk menjangkau mereka yang sudah berkomitmen pada prinsip syariah sejak awal. Kami akan memperkuat berbagai pendekatan, baik secara *offline* maupun *online*," jelas Anton Sukarna dalam acara Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas di Jakarta. Selanjutnya, strategi kedua adalah mendalami pasar syariah dengan memperkuat model investasi baru, salah satunya adalah investasi emas. Anton mengungkapkan, BSI telah mendapatkan kepercayaan karena menjadi salah satu perusahaan yang diberi izin oleh pemerintah untuk memperjualbelikan emas sebagai alternatif investasi. Dalam rangka meningkatkan interaksi dengan nasabah, BSI juga mengadopsi strategi ketiga yang berfokus pada penguatan basis transaksional. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan saluran elektronik, seperti BSI Mobile dan ATM. Anton menambahkan, saat ini BSI sedang berupaya untuk meningkatkan jumlah merchant yang menggunakan sistem QRIS dan EDC. Hingga Agustus 2024, BSI telah memiliki 392 ribu merchant QRIS dan 3.305 merchant EDC. Menariknya, menurut Anton, sektor terbesar untuk BSI saat ini masih dominan di pasar *payroll base*, yang mencakup hingga 2 juta nasabah. "Kami sedang mendorong transaksional agar seluruh aktivitas keuangan dapat dilakukan melalui BSI. Sebagai contoh, mungkin seorang pengusaha jilbab sudah menjadi nasabah BSI, tetapi masih menggunakan alat pembayaran dari bank lain. Saat ini, di sektor ritel, mayoritas pelanggan kami masih berorientasi pada sistem *payroll*," tuturnya. Hal ini juga terlihat dari fluktuasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menurun pada akhir pekan dan meningkat kembali pada hari Senin. Terakhir, strategi keempat yang diterapkan adalah penguatan sisi digital yang memungkinkan BSI untuk melayani nasabah selama 24 jam. Anton mencatat bahwa 97,9 persen nasabah telah memanfaatkan e-channel BSI untuk bertransaksi. BSI terus berupaya meningkatkan layanan digital melalui kanal mobile banking yang responsif terhadap kebutuhan nasabah di masa depan. "Dari sisi digital, kami sedang menyiapkan berbagai hal, termasuk penguatan infrastruktur TI dan peningkatan kemampuan personel TI, serta inovasi baru yang akan menjadi *game changer* bagi BSI selanjutnya," tutup Anton. ANTARA