KENDARI –
**Borneonews - Kolaka**, Sebanyak 8.000 ekor ayam dilaporkan mati terpanggang akibat kebakaran yang melanda kandang ternak di Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kebakaran tersebut menghanguskan area seluas 960 meter persegi pada pukul 08.00 WITA. Kepala Seksi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif, menjelaskan bahwa kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Peristiwa naas ini pertama kali diketahui oleh penjaga kandang bernama Bayu, yang saat itu tertidur di lokasi. Bayu merasakan adanya panas dari arah ruangan yang menyimpan karung bekas pakan ayam. Saat terbangun, dia mengamati melalui lubang di dinding ke ruangan penampungan karung bekas dan melihat api berkobar. Menyadari ada kebakaran, Bayu segera ke bawah untuk membangunkan rekannya, Agus, agar mereka dapat memeriksa nyala api tersebut. Menurut keterangan kedua saksi, sumber api diduga berasal dari kompor gas yang sedang menyala di area kandang. Dinding dekat kompor tersebut mulai terbakar, kemudian api cepat menyebar ke plafon. Karena area penampungan karung bekas berada di atas dapur, karung-karung tersebut langsung terbakar menyusul kebakaran yang terjadi. Dwi Arif menambahkan, melihat kobaran api yang semakin membesar, masyarakat setempat, bersama dengan pemerintah desa, personel Polsek Samaturu, serta Babinsa, berupaya memadamkan api dengan peralatan yang ada. Sebuah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 09.05 WITA. Proses pemadaman berlanjut hingga api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 10.30 WITA. Sekitar pukul 09.05 WITA, satu unit mobil pemadam dari Kecamatan Wolo tiba di lokasi dan segera beraksi. Berkat usaha bersama, api dapat dipadamkan pada waktu yang telah ditentukan. ANTARA