SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Salah satu keberhasilan masa kepemimpinan Halikinnor-Irawati di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diakui yakni kebangkitan ekonomi pasca COVID-19. Hal itu diakui salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Baamang yang juga pensiunan PNS Burhanudin.

"Salah satu keberhasilan Harati jilit pertama itu kita melihat Terowongan Nur Mentaya kebanggaan masyarakat, ini perlu disupport karena merupakan tempat atau wadah peluang kerja bagi UMKM," kata Burhanudin, Selasa, 8 Oktober 2024.

Terowongan Nur Mentaya merupakan ikon Kotim yang berdiri megah di Jalan Tjilik Riwut. Ikon berupa penerangan jalan umum (PJU) dengan ornamen telawang dan ikan jelawat ini diresmikan pada 10 Desember 2022 oleh Bupati Halikinnor.

Terowongan ini menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Kotim, sekaligus sebagai solusi untuk memperlancar akses transportasi dan mempercantik wajah kota Sampit. Namun di sisi lain, terowongan ini juga menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat lokal dan wisatawan.

Sejak diresmikan, Terowongan Nur Mentaya telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Kotim. Terowongan Nur Mentaya menjadi daya tarik wisata baru. Banyak warga lokal maupun wisatawan yang datang untuk berfoto atau sekadar menikmati keindahan terowongan di malam hari. Hal ini berdampak positif bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitarnya, karena kehadiran pengunjung turut meningkatkan pendapatan usaha mereka.

Keberadaan Terowongan Nur Mentaya membantu menghidupkan kembali sektor ekonomi di sekitar jalan utama Sampit tersebut, terutama setelah masa sulit pandemi COVID-19. Kehadiran terowongan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di mana berbagai usaha, seperti warung makan, kafe, dan toko-toko, mulai bermunculan di sekitar terowongan. Hal itu pun diakui Bank Indonesia.

Sementara itu, Halikinnor mengatakan pihaknya menghadirkan berbagai inovasi dan langkah strategis, sehingga ekonomi Kotim yang sempat terpuruk kini berangsur pulih dan bahkan mengalami pertumbuhan yang signifikan pasca COVID-19. 

"Pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, termasuk Kotim. Aktivitas ekonomi sempat terbatas, bahkan pedagang pun dibatasi jam operasinya. Namun, berkat inovasi dan kerja keras, kita mampu melewati masa sulit tersebut. Salah satu contoh nyata adalah Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut. Dulu, jalan ini gelap dan sepi. Sekarang, kami pasang lampu dengan desain yang unik, terinspirasi dari Terowongan Mina, yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut," kata Halikinnor.

Keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kotim, tetapi juga diakui secara nasional dengan penghargaan yang di terima Halikinnor dari Bank Indonesia di Istana Negara. Karena Terowongan Nur Mentaya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di malam hari, yang tak terduga sebelumnya.

Selain itu, Halikinnor juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kotim. Salah satunya melalui program Car Free Day di Taman Kota Sampit, yang berhasil melibatkan lebih dari 500 UMKM. Para pedagang merasa terbantu karena produk mereka semakin laku, yang pada akhirnya turut mempercepat pemulihan ekonomi lokal.

"Car Free Day di Taman Kota menjadi momen penting bagi UMKM kita. Mereka senang karena penjualan meningkat. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita mulai bangkit, bahkan bisa dikatakan ekonomi Kotim kini semakin melejit," tambahnya.

Rencana Pembangunan Berkelanjutan

Tidak berhenti di situ, Halikinnor juga memaparkan rencana besar untuk meningkatkan sektor ekonomi, termasuk pembangunan pabrik balok es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), pabrik pakan ikan dan pabrik ternak. Kemudian pembangunan pabrik pengolahan limbah medis yang sudah berjalan serta rencana pabrik pengolahan limbah rumah tangga untuk memperkuat sektor industri di Kotim.

"Kami juga telah mempersiapkan Kotim untuk menjadi salah satu penyangga pangan nasional dengan program cetak sawah 58.000 hektare yang akan menjadi bagian dari program Food Estate. Ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang baru," ujar Halikinnor.

Halikinnor berharap, dengan adanya peningkatan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta terbukanya lapangan kerja, masyarakat Kotim dapat semakin sejahtera. (DEWI PATMALASARI/H)