BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung baru-baru ini menerima sertifikat akreditasi A untuk program pelatihan teknis di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (*ekraf*) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (*Kemenparekraf*). Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan suatu pencapaian yang signifikan, terutama untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menambahkan bahwa akreditasi A ini menjadi indikator dari peningkatan kualitas pelatihan yang diberikan. Dalam pandangannya, keberhasilan ini mendorong para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada para pengunjung. Ia menekankan pentingnya kualitas pelayanan, tidak hanya saat ini tetapi juga pada periode mendatang. Samsudin menjelaskan bahwa akreditasi ini merupakan capaian positif yang harus dibuktikan melalui pelaksanaan pelatihan, yang menghasilkan *output* dan *outcome* yang konkret. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Lampung di masa depan. Gubernur juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor yang menjadi andalan provinsi ini. Ia menyatakan bahwa akreditasi yang diperoleh adalah hasil dari serangkaian penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek program, memastikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan memenuhi standar mutu, efisiensi, dan akuntabilitas yang tinggi. Samsudin berharap akreditasi ini dapat memacu para aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Lampung, khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk meningkatkan kompetensinya secara signifikan. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, pelayanan publik diharapkan dapat berangsur baik dan mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini. Ia juga meminta kepada pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata untuk terus berinovasi agar Provinsi Lampung mampu bersaing dengan daerah lain dan unggul dalam dua sektor vital tersebut. Inovasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan keberhasilan di industri yang terus berkembang ini. ANTARA