BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sanggar Komunitas Anak Dayak Maanyan (Komandan) akan menampilkan karya tari berjudul Gemerincing Galang di panggung Galeri Indonesia Kaya, West Mall lantai 8, Grand Indonesia, Jakarta, pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Pementasan tersebut merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-11 Galeri Indonesia Kaya yang digagas oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.
Ketua Sanggar Komandan, Alfirdaus, dalam keterangannya pada Selasa, 8 Oktober 2024, menyatakan bahwa sanggar Komandan akan tampil sebanyak dua kali, pada pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB.
"Kami merasa terhormat mendapatkan kesempatan ini, di mana Sanggar Komandan bisa mempersembahkan karya seni khas Barito Timur, terutama dari budaya Dayak Ma’anyan," ujarnya.
Tiket untuk menyaksikan pementasan tersebut dapat diperoleh secara gratis melalui reservasi di website resmi Galeri Indonesia Kaya, www.indonesiakaya.com. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menarik perhatian khalayak luas, terutama para pecinta seni budaya tradisional dari berbagai daerah.
Selain Sanggar Komandan, terdapat 10 perwakilan sanggar lainnya dari berbagai penjuru Indonesia yang juga diundang untuk menampilkan seni budaya khas daerah masing-masing.
Pimpinan Produksi Karya Gemerincing Galang, Andrianto, menambahkan bahwa cara ini menjadi ajang bagi para seniman dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan keunikan dan kekayaan budaya daerah masing-masing.
Dalam pementasan Gemerincing Galang, Sanggar Komandan akan membawakan tarian tradisional, yaitu tari gelang dadas dan gelang bawo yang merupakan simbol identitas budaya Dayak Maanyan dari Barito Timur.
Menurut Andrianto, tarian ini merupakan representasi kekuatan dan keindahan alam serta kehidupan masyarakat Dayak Maanyan yang erat dengan tradisi leluhur mereka.
"Melalui tarian ini, kami ingin menunjukkan betapa kayanya budaya kita dan bagaimana kami berusaha untuk terus melestarikannya. Ini juga menjadi kesempatan bagi Barito Timur untuk dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional," ujarnya.
Sanggar Komandan akan mengirimkan 15 orang yang terdiri dari anggota penari dan tim pendukung ke Jakarta untuk pementasan ini. Para anggota tim sudah melakukan persiapan intensif selama dua bulan terakhir, baik dari segi teknik menari maupun pemahaman mendalam tentang makna dari setiap gerakan yang mereka bawakan.
Koreografer dari karya Gemerincing Galang oleh Sanggar Komandan, Putri Wunge Ngindra, optimistis bahwa timnya akan memberikan penampilan terbaik di Jakarta. Dia menjelaskan bahwa selain latihan rutin, tim juga telah melakukan berbagai penelitian dan konsultasi dengan para tokoh budaya Dayak Maanyan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang budaya yang akan ditampilkan.
"Kami tidak hanya menyiapkan tarian dari segi fisik, tetapi juga menggali informasi mendalam tentang kebudayaan kami, berkomunikasi dengan tokoh budaya dan masyarakat setempat, serta mendapatkan bimbingan dari beberapa seniman senior tari di Indonesia," jelas Putri.
Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan para mentor dari bidang tari modern dan tradisional di Indonesia telah memberikan wawasan baru bagi tim Sanggar Komandan dalam mengemas penampilan mereka.
Putri berharap melalui pementasan ini, budaya Dayak Maanyan dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
“Ini adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan budaya lokal yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, apalagi di kota besar seperti Jakarta,” tuturnya.
Dengan segala persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, Sanggar Komandan siap membawa nama Barito Timur dan kebudayaan Dayak Maanyan bersinar di pentas nasional. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









