PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Alfan Khusnaini, mengajak Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. 

Ajakan ini disampaikan saat membuka workshop KIM di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Selasa, 8 Oktober 2024.

Workshop tersebut mengusung tema "Komunitas Informasi Masyarakat sebagai Mitra Masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam Memberikan Informasi yang Tepat Guna". Alfan menekankan pentingnya peran KIM dalam mendukung pembangunan, terutama melalui penyebaran informasi yang bermanfaat dan akurat.

"KIM menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Mereka berada di lapisan paling bawah, berinteraksi langsung dengan warga, sehingga memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan, aspirasi, dan masalah yang dihadapi masyarakat. Hal ini dapat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran," ujar Alfan Khusnaini.

Lebih lanjut, Alfan menjelaskan bahwa informasi yang tepat guna sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas hidup, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

--page

"Melalui KIM, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi tentang program-program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kebijakan sosial dan ekonomi. Informasi ini harus disampaikan secara benar agar masyarakat bisa mengambil manfaat yang maksimal," tambahnya.

Selain itu, di era digital ini, Alfan menegaskan bahwa KIM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk penggunaan media sosial dan aplikasi digital.

"KIM harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat. Keterampilan dalam menggunakan teknologi ini adalah salah satu kunci sukses dalam pengelolaan informasi saat ini," katanya.

Namun, Alfan juga mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi di era informasi digital, seperti maraknya hoaks dan disinformasi. Oleh karena itu, KIM diharapkan menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran informasi yang salah.

"KIM harus berperan aktif dalam memerangi hoaks dan disinformasi dengan menyajikan informasi yang berdasarkan fakta dan data yang valid. Mereka harus menjadi penggerak literasi digital di tengah masyarakat," tegasnya.

Alfan berharap melalui workshop ini, seluruh peserta KIM dapat memperluas wawasan, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan keterampilan dalam manajemen informasi, penggunaan teknologi digital, serta pengelolaan media sosial secara efektif.

"Saya berharap KIM dapat terus berkontribusi secara aktif dalam pembangunan daerah, melalui penyebaran informasi yang tepat guna, dan turut serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kebijakan-kebijakan pemerintah daerah," pungkasnya. (DANANG/Y)