**Borneonews - Jakarta**, Akademikus dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Ardli Johan Kusuma, menekankan pentingnya rasionalitas dalam pemilihan umum, terutama dalam konteks Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024. Ia menekankan perlunya para pemilih untuk bertransformasi menjadi pemilih yang modern, yang mengedepankan pertimbangan rasional dalam menentukan pilihan mereka.
Ardli menjelaskan bahwa pengalaman pemilu sebelumnya, termasuk pilkada, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden, seharusnya dapat mendorong peningkatan kualitas dalam perilaku pemilih. Menurutnya, masyarakat seharusnya sudah mengalami perkembangan dalam cara mereka memilih yang lebih berbasis pada pertimbangan yang logis dan terukur.
Sayangnya, ia mengamati bahwa mayoritas pemilih di Indonesia masih cenderung menggunakan pertimbangan psikologis dan sosiologis dalam memilih. Hal ini, menurutnya, tidak sejalan dengan keharusan untuk menilai pembangunan dan program yang ditawarkan oleh calon kepala daerah secara rasional. Ia menegaskan bahwa para pemilih seharusnya lebih fokus pada kampanye calon kepala daerah yang realistis dan dapat dilaksanakan selama masa jabatan lima tahun jika mereka terpilih.
Lebih lanjut, Ardli menyarankan bahwa transformasi menjadi pemilih modern ini juga memerlukan komitmen dari para elite politik dan calon kepala daerah untuk menawarkan janji politik yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, ia menyayangkan bahwa tidak sedikit calon kepala daerah yang masih menggunakan isu-isu yang tidak mendorong rasionalitas, seperti politisasi identitas, isu SARA, atau janji kampanye yang tidak realistis.
Fenomena ini, menurutnya, menyebabkan masyarakat berisiko menjadi pemilih yang tidak rasional. Saat ini, tahapan Pilkada 2024 telah memasuki masa kampanye yang berlangsung sejak tanggal 25 September hingga 23 November 2024. Setelah itu, akan ada masa tenang dari tanggal 24 hingga 26 November, dan hari pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 27 November 2024.
Setelah pemungutan suara, tahapan berikutnya meliputi penghitungan suara dan rekapitulasi hasilnya yang akan berlangsung dari tanggal 27 November hingga 16 Desember 2024 di seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2024.
ANTARA
Pentingnya Pemilih Rasional dalam Pilkada 2024 untuk Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Gumas Berharap Gedung Gereja GKE Sinta yang Baru Bisa Tingkatkan Pelayanan
HISKI Terbitkan Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara, Himpun 60 Karya Penulis Banyuwangi dan Kalteng
Kemensos Tunggu Data Pemda terkait Bantuan Korban Karhutla
SMAN 3 Kasongan Siapkan Pembelajaran Lebih Interaktif
Berangkat dari Pengetahuan Warga Kinipan, Enam Siswa di Kalteng Teliti Bobah Bebara
Satresnarkoba Polres Seruyan Tangkap Pengedar Sabu di Rungau Raya, 14 Paket Disita
Komentar (0)
Memuat komentar…







