BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah membentuk tim perumus untuk merencanakan pelaksanaan debat bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar serentak pada tahun 2024. Wakil Ketua KIP Aceh, Agusni AH, menjelaskan bahwa tim ini dibentuk untuk merumuskan formulasi debat yang akan dilakukan. Tim perumus ini terdiri dari berbagai elemen, termasuk akademisi, profesional, serta tokoh masyarakat Aceh, yang akan bertugas menyusun segala aspek mengenai pelaksanaan debat tersebut. Setelah menemukan formula yang tepat, tim perumus juga akan menyusun materi pertanyaan untuk debat dan berkolaborasi dalam membentuk tim panelis yang bertanggung jawab atas pengelolaan agenda debat yang berfokus pada adu gagasan dan ide. “Materi debat akan disiapkan oleh tim perumus, yang juga akan menyusun tim yang terkait,” tambah Agusni. Dalam penjelasannya, Agusni mengungkapkan bahwa materi yang akan dibahas dalam debat antara Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh akan mencakup isu-isu yang sering dibicarakan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, pembangunan, penerapan syariat Islam yang menyeluruh, serta isu-isu keagamaan lainnya. Untuk jadwal pelaksanaan, Agusni menginformasikan bahwa debat kandidat akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan rentang waktu antara 10 Oktober hingga 23 November 2024. Dalam setiap sesi debat, pasangan calon akan tampil secara langsung berhadapan satu sama lain, namun waktu untuk memberikan jawaban akan ditentukan sesuai ketentuan yang dibuat oleh panelis. “Debat nanti akan dilakukan dengan sistem *face to face* per pasangan calon, dengan jumlah tiga kali debat yang berlangsung setiap sepuluh hari,” ujarnya. Lokasi untuk pelaksanaan debat kandidat ini direncanakan berlangsung di AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK) yang terletak di Banda Aceh. Acara ini juga akan ditayangkan secara langsung melalui *live streaming* baik di televisi lokal maupun nasional, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung jalannya debat. ANTARA