**Borneonews - Sabu Raijua**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua yang terletak di Nusa Tenggara Timur, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat setempat untuk lebih hemat dalam menggunakan air bersih. Hal ini sejalan dengan kondisi musim kemarau yang sedang melanda, yang telah menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua, Javid Ndu Ufi, menyampaikan bahwa selama periode kekeringan yang berkepanjangan ini, sangat penting bagi penduduk untuk bijak dalam penggunaan air. Ia menekankan, "Saya minta dengan kekeringan panjang ini kita bijak dan hemat penggunaan air sehingga jangan boros."
Menurut informasi yang diterima, 61 dari total desa dan kelurahan di enam kecamatan saat ini terpengaruh oleh kekeringan, sementara hanya dua desa yang tidak terdampak, yaitu satu desa di Kecamatan Sabu Barat dan satu desa di Kecamatan Sabu Timur.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, BPBD telah memulai distribusi air bersih menggunakan lima unit mobil tangki air untuk menjangkau desa-desa di lima kecamatan yang terpengaruh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons jangka pendek terhadap bencana kekeringan. Selain itu, BPBD juga menjalin kemitraan dengan pemilik mobil tangki air agar akses masyarakat terhadap air bersih dapat terjamin.
Javid juga mengingatkan kepada kepala desa dan lurah agar memonitor distribusi air dengan lebih efektif dan tepat sasaran. Untuk tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Raijua yang terisolasi dari Pulau Sabu, distribusi air ditangani oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sabu Raijua. "Kami tidak jangkau ke sana, hanya pihak ketiga yang masuk. Untuk tahun ini, Kecamatan Raijua mendapatkan kuota air sebanyak 55 tangki untuk satu desa, yang berarti total ada 275 tangki," tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kekeringan jangka panjang, BPBD juga mengoptimalkan kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI AD. Mereka berencana melakukan pengeboran untuk tiga sumur baru di wilayah ini. "Untuk administrasi sudah semua, BNPB sudah turun, kami sudah kirim laporan geolistrik dan rencana anggaran biaya. Mudah-mudahan dalam Oktober kami sudah mulai pengeboran, prinsip kami tiga sumur bor ini mendekatkan air kepada masyarakat," ungkap Javid.
Lebih lanjut, ia mengingatkan warga tentang potensi kebakaran yang bisa terjadi, baik pada lahan, hutan, maupun pemukiman di musim kemarau. Javid menghimbau untuk selalu waspada, terutama terhadap titik-titik yang bisa menyebabkan kebakaran, seperti puntung rokok atau pembakaran sampah. "Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," tegasnya.
ANTARA
Warga Sabu Raijua Diimbau Hemat Air Bersih di Musim Kemarau
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







