**Borneonews - Lebak**, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lebak mengajak masyarakat setempat untuk terus melestarikan sikap toleransi as dalam upaya memperkuat persatuan di tengah-tengah keberagaman.
Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Lebak, KH Asep Saefullah, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan. Hal ini disampaikannya setelah menghadiri pengajian bersama ulama dan umara serta pembinaan untuk para mualaf di daerah tersebut. Menurutnya, toleransi di kalangan masyarakat Kabupaten Lebak telah terjalin dengan baik, yang terlihat dari kemampuan mereka untuk hidup berdampingan meski terdapat berbagai perbedaan dalam agama, suku, budaya, dan bahasa. Tradisi saling tolong-menolong dan bergotong royong juga menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial di wilayah ini.
Dia menambahkan bahwa umat Muslim di Kabupaten Lebak diharapkan untuk menghormati perbedaan dengan prinsip *lakum dinukum waliyadin* (bagimu agamamu dan bagiku agamaku), sebagaimana yang diatur dalam ayat 6 Surat Al-Kafirun dalam Al-Quran. Hal ini diharapkan dapat mendorong persatuan sehingga tidak terjadi perpecahan maupun konflik di masyarakat.
Selanjutnya, KH Asep Saefullah mengingatkan bahwa salah satu tokoh pengurus PBNU, KH Ahmad Siddiq, pernah mencanangkan trilogi Islam. Tiga pilar penting yang diusungnya meliputi Ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan di antara sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan antara umat Islam dan pemeluk agama lain di Tanah Air), serta Ukhuwah Basariyah (persaudaraan antar sesama manusia). Menurutnya, trilogi ini mengedepankan saling asih, saling asuh, dan saling asah, sehingga hubungan antarsesama dapat terjalin dalam suasana akur dan baik.
KH Asep juga berharap agar sampai saat ini, nilai-nilai toleransi dan kerukunan hidup di masyarakat tetap berjalan dengan baik, di mana semua elemen bangsa saling menghormati dan menghargai demi tercapainya kesejahteraan.
Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kabupaten Lebak, Gideon Krisna Wijaya, turut mengemukakan pandangannya. Dia mengajak jemaatnya untuk menyebarkan kasih sayang dan saling menghargai, agar tercipta kedamaian dan kebahagiaan. Menurutnya, nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama di Kabupaten Lebak telah terbina dengan baik, serta menunjukkan bahwa kawasan ini aman dan damai tanpa sejarah perpecahan yang berarti, bahkan konflik sosial pun dapat dihindari.
"Dalam konteks keberagaman yang ada, masyarakat tetap hidup rukun, damai, dan bahagia, ungkap Gideon, menutup ucapannya.
ANTARA
Menguatkan Toleransi dan Persatuan di Kabupaten Lebak
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







