AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Prajurit TNI di Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Pasar Mardika. Aksi ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Kota Ambon yang asri dan bersih, demi kesejahteraan masyarakat setempat. Menurut Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, kegiatan karya bakti ini merupakan bentuk nyata dari keterlibatan TNI dalam pemeliharaan lingkungan. Ia menekankan pentingnya semangat *gotong royong* yang tercermin dalam setiap langkah yang diambil, guna meningkatkan kualitas pasar sebagai pusat ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, serta mencegah timbulnya penyakit. Pangdam menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih tersebut melibatkan seluruh unsur TNI, yang terdiri dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL), serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat lainnya. Ia menekankan bahwa karya bakti TNI merupakan implementasi dari pembangunan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang dilaksanakan melalui Operasi Militer Selain Perang (*OMSP*). “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung pemerintah daerah dalam memberdayakan wilayah pertahanan dan membangun kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Diperlukan adanya koordinasi serta solidaritas antara unsur-unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mencapai tujuan tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut, Pangdam menuturkan bahwa menjaga kebersihan Kota Ambon dan sekitarnya adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak harus berperan aktif dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan merupakan langkah preventif terhadap potensi perubahan dan kerusakan yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. “Mari kita menjadi pelopor dalam melaksanakan karya bakti ini dengan semangat dan sukacita, demi terciptanya lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat,” ujarnya. Kegiatan bersih-bersih ini dipicu oleh adanya penumpukan sampah yang terjadi di belakang gedung baru Pasar Mardika. Menurut para pedagang di sekitar, tumpukan sampah tersebut sudah menumpuk selama empat bulan tanpa ada tindak lanjut dari pihak terkait untuk mengangkutnya. Akibatnya, sampah yang menumpuk mencapai ketinggian dua meter, sehingga area pintu darurat tertutup. Selain menggangu akses, tumpukan sampah ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap, mengganggu kenyamanan para pedagang serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Tindakan ini diharapkan dapat memperbaiki keadaan dan mengembalikan kebersihan di Pasar Mardika serta area sekitarnya. ANTARA