JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang akan datang, Ridwan Kamil dan Suswono, berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah pendidikan di wilayah tersebut. Dalam rangka menciptakan akses pendidikan yang lebih baik, mereka menawarkan program sekolah gratis untuk semua, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekretaris Tim Pemenangan RIDO, Basri Baco, menjelaskan bahwa program sekolah swasta gratis akan menyasar siswa pada tingkat pendidikan dasar, yaitu kelas 1, 2, dan 3. Ia menekankan bahwa sebagian besar murid di level ini berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah, yang sering kali menghadapi kesulitan dalam pembiayaan pendidikan. Menurut Basri, saat ini pendidikan di sekolah negeri sudah gratis, tetapi kapasitasnya tidak mencukupi untuk menampung seluruh anak usia sekolah. Akibatnya, masih banyak anak yang terpaksa bersekolah di institusi swasta yang memungut biaya, sehingga mengakibatkan putus sekolah di kalangan mereka yang tidak mampu. "Ineffisiensi di sekolah swasta ini membuat kami prihatin. Ada anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan karena biaya, bahkan ada yang ijazahnya ditahan akibat belum melunasi pembayaran," ungkapnya. Dengan kondisi ini, pasangan RIDO bertekad untuk memperbaiki taraf pendidikan dengan memberikan solusi melalui program sekolah gratis. Pasangan RIDO juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menghapus Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus ketika semua sekolah, baik negeri maupun swasta, sudah diberikan layanan gratis, melainkan mereka akan meningkatkan program ini. Basri menjelaskan bahwa akan ada bantuan berupa uang untuk pembelian seragam bagi siswa dari tingkat SD hingga SMA setiap tahunnya. Lebih lanjut, Basri menyoroti bahwa KJP Plus akan disempurnakan untuk mengatasi tiga masalah utama yang selama ini mengemuka, yaitu ketidakakuratan dalam penyaluran, ketidakmerataan, dan ketidakadilan. Terkait ketidakakuratan, dia mencatat bahwa masih ada siswa dari keluarga mampu yang tidak seharusnya menerima KJP tetapi justru mendapatkan manfaat tersebut. Ia juga menyoroti masalah ketidakmerataan, di mana di beberapa wilayah banyak yang menerima KJP, sementara di tempat lain tidak ada penerima yang berhak. Masalah ketidakadilan muncul di mana satu keluarga yang memiliki beberapa anak bisa mendapatkan KJP untuk semua anaknya, sementara keluarga lain mungkin tidak menerima apapun. Selain inisiatif sekolah gratis, Basri juga mengungkapkan bahwa pasangan RIDO memiliki program beasiswa kuliah bagi setiap keluarga di Jakarta. Program ini bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program beasiswa tersebut akan melanjutkan dan memperluas program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sudah ada, yang saat ini hanya untuk kampus tertentu. Mereka berencana untuk memperluas jangkauan KJMU agar mencakup kampus swasta yang lebih banyak, bukan hanya yang besar atau elit. Kedepannya, setiap keluarga kurang mampu di Jakarta diharapkan memiliki minimal satu anak yang menjadi sarjana. Basri menekankan pentingnya pemerataan pendidikan yang tinggi sebagai indikator kemajuan sebuah kota, di mana pendidikan tinggi akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Program "satu keluarga satu sarjana" ini diharapkan dapat menciptakan efek domino. Misalnya, bila satu anak dari keluarga kurang mampu berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, dia akan termotivasi untuk membantu adik-adiknya mendapatkan pendidikan yang sama. Hal ini diharapkan akan meningkatkan taraf pendidikan di Jakarta secara keseluruhan. "Jika orang tua memiliki pendidikan yang tinggi, mereka cenderung akan mengedukasi anak-anak mereka sampai ke jenjang sarjana. Hal ini menciptakan efek berlipat bagi keluarga dan masyarakat," ungkapnya optimis. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan yang baik akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi. "Berbeda jika kita memberikan bantuan uang, bantuan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah hilang," imbuh Basri. Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan pasangan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai pasangan calon nomor urut 1, bersama dengan dua pasangan calon lainnya, yaitu Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebagai nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno yang menempati nomor urut 3 pada Pilkada DKI Jakarta mendatang. ANTARA