JAYAPURA –
**Borneonews - Biak Numfor, Papua**, Pejabat Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melaksanakan inspeksi mendadak untuk memeriksa ketersediaan serta harga bahan pokok di tingkat distributor dan pasar swalayan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan bahan makanan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Otto Wanggai, yang menjabat sebagai Asisten II Sekretaris Daerah, menjelaskan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok yang dimiliki oleh distributor cukup memadai. Namun, ia mencatat bahwa harga cabai rawit masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp70 ribu per kilogram, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga nasional yang berada di angka Rp57 ribu per kilogram. Selain itu, Wanggai juga menginformasikan adanya kenaikan harga telur ayam. Telur yang biasanya dijual dalam rak seharga Rp65 ribu hingga Rp70 ribu, kini naik menjadi Rp85 ribu per rak. Satu rak berisi 30 butir telur. Kenaikan harga yang signifikan ini telah berkontribusi pada inflasi di Biak, yang tercatat sebesar 2,0 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan target nasional yang ditetapkan sebesar 1,7 persen. Melihat situasi ini, Wanggai berharap agar para pemasok bahan pokok tidak melakukan penimbunan barang dengan alasan apapun, karena tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemkab Biak Numfor tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas jika ditemukan bukti adanya penimbunan oleh distributor. "Demi kepentingan masyarakat, kami melalui organisasi perangkat daerah akan meningkatkan pengawasan kepada para distributor," imbuhnya. Sementara itu, Yubelius Usior, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdamaian, menegaskan bahwa distribusi bahan pokok di wilayah tersebut berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa para pemasok masih menyimpan stok barang di gudang sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kebutuhan masyarakat di Biak Numfor. ANTARA