BORNEONEWS, Kotim - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Sahid menilai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum disosialisasikan secara optimal kepada masyarakat. Hal ini berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat kepada anggota dewan.

“Selain masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, kami juga sering menerima keluhan mengenai masalah KIP,” ungkap Abdul Sahid saat ditemui di ruang kerjanya, di Sampit, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya untuk masalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini adalah program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu untuk meneruskan pendidikan. Namun kenyataan dilapangan masih banyak aparat di tingkat desa yang belum mengetahuinya.

“Padahal KIP diadakan guna menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA,” kata politisi PKS itu.

Hal senada juga disampaikan Sutik, anggota Komisi III DPRD kotim lainnya. Menurutnya, dunia pendidikan dasar dan menengah belum lama ini kembali memasuki tahun ajaran baru. Persoalan yang dihadapi orangtua tidak hanya terkait biaya pokok sekolah, tetapi juga mahalnya biaya penunjang pendidikan, seperti buku pelajaran dan seragam.

“Nyatanya Program KIP belum bisa diharapkan. Pemahaman sebagian masyarakat masih minim terkait dengan program itu,” cetus dia.

Sutik menilai keberadaan KIP untuk mendukung pendidikan belum terserap baik di masyarakat. Cukup banyak masyarakat yang masih minim pengetahuan tentang program ini. Bahkan, belum tersentuh program KIP karena mereka tidak pernah mengetahui tentang program itu.

Sementara itu, kurangnya sosialisasi KIP diakui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotim Kepala Disdik Kotim melalui operator PIP Dikdas M Rasyid.

“Kami memiliki data kecamatan dan desa mana saja KIP sudah tersebar, termasuk nama-nama anak yang mendapatkan program ini. Hanya saja program KIP kurang sosialisasi,” jelas dia.

Menurutnya, penyaluran KIP dan sosialisasi secara optimal tetap diperlukan. Sehingga sekolah dapat menarik lagi para siswa putus sekolah. Karena dengan menggunakan KIP, para siswa akan mendapat manfaat program yang disediakan, termasuk penyediaan dana yang akan diberikan persemester. (M. RIFQI/N).