SURABAYA –
**Borneonews - Sidoarjo**, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yang terletak di Jawa Timur, telah menyalurkan bantuan beras kepada sebanyak 778 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap KPM menerima beras seberat 10 kilogram dalam program yang berlangsung pada tahap ketiga alokasi bulan Oktober 2024. Penyerahan bantuan ini berlangsung di tiga desa, yaitu Desa Penambangan di Kecamatan Balongbendo dengan total 282 KPM, Desa Segodobancang di Kecamatan Tarik dengan 229 KPM, dan Desa Gedangrowo di Kecamatan Prambon dengan 267 KPM. Muhammad Isa Anshori selaku Penjabat Bupati Sidoarjo mengungkapkan, pengumpulan data penerima manfaat tersebut dilakukan melalui proses verifikasi yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Hal ini dimaksudkan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran. Muhammad Isa Anshori menekankan perlunya dilakukan monitoring secara terus-menerus untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang berhak dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Ia menyatakan, “Penyaluran bantuan pangan beras ini sangat penting, terlebih lagi di tengah kondisi harga beras yang terus mengalami kenaikan. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat, terutama di desa-desa yang terdata.” Proses distribusi bantuan beras ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akurasi dalam pendataan penerima bantuan, yang merupakan fokus utama dalam program ini. “Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang tertinggal. Oleh karena itu, pendataan dan pengawasan harus dilakukan dengan cermat,” tambahnya. Pemerintah menganggap program ini sebagai langkah nyata dalam meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan yang dihadapi dalam situasi ekonomi saat ini. Dengan adanya bantuan beras ini, harapannya adalah pemerintah dapat membantu mengendalikan inflasi dan mendukung kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, serta meredakan tekanan pada harga pangan yang terus berubah. "Pemberian bantuan beras ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi akibat lonjakan harga bahan pokok. Semoga program ini bisa memberikan dukungan bagi KPM dalam menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari," tutupnya. ANTARA