**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Atlet para-atletik yang berasal dari Riau, Suparniati, telah mengambil langkah berani dengan meninggalkan zona nyamannya dalam bidang olahraga. Sebelumnya, dia dikenal ahli di nomor tolak peluru F20, namun untuk memperoleh medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024, ia memilih untuk berkompetisi di nomor lempar cakram F20 putri.
"Setelah sekian lama, sekitar delapan tahun, saya kembali turun di nomor lempar cakram," ungkap Suparniati saat berada di Stadion Sriwedari, Solo, pada sebuah kesempatan.
Memasuki persaingan di Peparnas 2024, Suparniati menjelaskan bahwa ia tidak dapat berpartisipasi dalam nomor tolak peluru F20, lantaran kategori tersebut tidak dibuka untuk atlet elite seperti dirinya. Klasifikasi F20 sendiri ditujukan bagi atlet yang memiliki hambatan intelektual.
Pilihan Suparniati untuk beralih ke lempar cakram diambil setelah ia mempertimbangkan dua opsi: lempar lembing dan lempar cakram. Akhirnya, dia memutuskan untuk fokus pada lempar cakram, mendedikasikan satu bulan penuh untuk mempersiapkan diri. Proses ini menuntutnya untuk mengasah kembali keterampilan yang sempat ditinggalkannya, mengingat terakhir kali Suparniati bertanding di nomor tersebut adalah pada Peparnas 2016 di Jawa Barat.
Ketika berkompetisi di Solo, dia mengakui ada rasa gugup yang melanda dirinya. Namun, perjuangannya terbayar ketika ia berhasil melempar cakram dengan baik. Dalam performanya di Peparnas 2024, Suparniati mencatatkan lemparan terbaik sejauh 33,5 meter, yang membawanya meraih medali emas.
"Saya merasa deg-degan. Lempar cakram dan tolak peluru memiliki teknik yang berbeda. Meski ukuran peluru lebih berat, jika kita tidak menguasai teknik lempar cakram, hasilnya tentu tidak akan optimal," tambahnya.
Mengenai target di Peparnas 2024, ia menegaskan bahwa ia tidak ingin membebani diri dengan ekspektasi. Suparniati memilih untuk membiarkan kemampuannya berbicara dan mengarahkan jalannya di ajang tersebut. Oleh karena itu, ia merasa sangat bersyukur atas pencapaian meraih medali emas tersebut.
Suparniati berkeinginan untuk mempersembahkan medali emas yang telah diraihnya kepada kedua orang tuanya yang tinggal di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. "Medali ini saya persembahkan khusus untuk orang tua," ujarnya dengan penuh haru.
Sebagai salah satu atlet para-atletik yang terbaik di Indonesia, Suparniati telah berpartisipasi dalam beberapa edisi Peparnas sejak 2012 di Riau. Dia memiliki keahlian di berbagai nomor dalam para-atletik, seperti tolak peluru, lempar lembing, dan lempar cakram, meskipun spesialisasinya adalah tolak peluru. Prestasinya di kancah internasional tak diragukan lagi; ia sempat memecahkan rekor Asia dalam tolak peluru F20 dengan lemparan sejauh 11,03 meter di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia. Selain itu, Suparniati juga sukses meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Jakarta dan medali perak di Asian Games 2022 di China.
ANTARA
Suparniati Tinggalkan Zona Nyaman untuk Raih Emas Peparnas 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






