BORNEONEWS, Kotim - Infrastruktur di enam kecamatan wilayah Utara di Kabupaten Kowaringin Timur (Kotim), masih butuh perhatian. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di bawah kepemimpinan pasangan Sahati (Supian Hadi-M Taufiq Mukri) tetap memprioritaskan infrastruktur jalan di enam kecamatan wilayah utara Kotim yang diakui masih sulit dilewati.


“Ada enam kecamatan yang infrastruktur jalannya belum tembus 100%, termasuk jalan ke desa-desa. Yakni Kecamatan Parenggean, Kuala Kuaiyan, Bukit Sentuai, Antang Kalang, Mentaya Hulu dan Telaga Antang,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Selasa (23/8/2016).


Namun untuk melakukan itu, pemerintah daerah menghadapi beberapa kendala karena infrastruktur jalan menuju wilayah Utara Kotim bukan hanya menjadi kewenangan pemerintah daerah, tetapi juga ada jalan provinsi dan pusat.


“Kendala di wilayah utara adalah infrastruktur jalan yang belum rampung semua. Tapi kami berkomitmen untuk menyelesaikan itu, termasuk jalan tembus ke desa-desa,” ujarnya.


Minggu (21/8/2016) malam, saat Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran silaturrahim dengan bupati-wakil bupati Kotim, Ketua DPRD, SKPD, FKPD dan para tokoh masyarakat setempat menyampaikan langsung kepada gubernur kondisi terkait kondisi jalan di wilayah utara Kotim ini.


Infrastruktur jalan di enam kecamatan wilayah utara Kotim kata Supian Hadi masih perlu perhatian pemerintah, terutama pemerintah provinsi. Akses jalan sangat penting bagi masyarakat pedalaman Kotim, guna memperlancar roda perekonomian.


“Kami berharap bantuan bapak Gubernur terkait infrastruktur jalan untuk dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.


Kotim terdiri 17 kecamatan dengan 168 desa. Sebagian desa, khususnya di kawasan Utara masih ada yang belum memiliki akses jalan darat yang dibangun pemerintah. Pembangunan jalan-jalan desa inilah yang menjadi target pemerintahan saat ini.


“Infrastruktur menjadi kunci utama, baik untuk peningkatan pendidikan dan ekonomi. Jalan antardesa menjadi prioritas untuk dibangun, seperti jalan dari simpang Kotabesi sampai Palangan. Jalan alternatif dari Palangan sampai ke Telawang agar bisa hemat perjalanan. Antang Kalang sampai Tumbang Gagu juga akan dibangun. Pembangunan jembatan juga menjadi prioritas,” katanya.


Supian yakin, dengan terbukanya jalan ke seluruh wilayah, ekonomi masyarakat di sepanjang jalan akan tumbuh sehingga mendorong peningkatan perekonomian daerah. Masyarakat akan makin leluasa mengangkut dan memasarkan hasil produksi pertanian yang diikuti tumbuhnya sektor jasa lainnya sehingga membuka banyak peluang usaha baru demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (RAFIUDIN/N).