BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Toboali**, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini melaksanakan kegiatan pembagian buku sebanyak 13.000 eksemplar untuk 12 perpustakaan desa yang ada di enam kecamatan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat baca dan literasi masyarakat di daerah tersebut. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Selatan, Sumadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diusung oleh perpustakaan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan minat baca dan pengetahuan di tingkat lokal. Bantuan buku ini disalurkan ke berbagai desa di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Toboali yang menerima buku untuk Desa Rias, TBM Salimah Rias dan Gadung. Selain itu, Kecamatan Airgegas mendapatkan bantuan untuk Desa Bencah dan Airbara. Di Kecamatan Payung, buku disediakan untuk Desa Payung, Irat, dan Malik. Kecamatan Pulau Besar juga turut menerima bantuan dengan desa yang disasar adalah Panca Tunggal dan Batubetumpang. Sementara itu, Kecamatan Simpang Rimba memperoleh buku untuk Desa Permis dan Kecamatan Tukak Sadai menerima buku untuk Desa Bukit Terap dan Tiram. Sumadi menambahkan bahwa jenis buku yang diserahkan meliputi bacaan umum, buku keterampilan, buku cerita untuk anak-anak dan remaja, serta berbagai judul lainnya yang diharapkan bermanfaat bagi para pembaca. Berdasarkan survei yang dilakukan pada April 2024, tingkat minat baca di Kabupaten Bangka Selatan berada pada kategori sedang dengan nilai 46,47. Hal ini menunjukkan adanya potensi yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Semoga bantuan ini dapat mendorong minat baca masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Selatan,” harap Sumadi. Ia juga mengungkapkan pentingnya peningkatan minat baca, terutama di kalangan generasi muda di daerah pedesaan, untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kualitas SDM. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik. Dengan meningkatkan minat baca masyarakat, diharapkan akan ada dampak positif pada upaya pengembangan daerah secara keseluruhan. ANTARA