SURABAYA –
**Borneonews - Bangkalan**, Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja sama dengan Polres Bangkalan, Jawa Timur, telah mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan di pintu masuk Jembatan Suramadu. Keputusan ini diambil menyusul insiden pelemparan sebuah bus Trans Jatim Koridor V yang melayani rute Bangkalan-Surabaya pada tanggal 6 Oktober 2024. Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bangkalan, Ahmad Roniun Hamid, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terulangnya kejadian serupa. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para penumpang yang menggunakan layanan transportasi tersebut. Insiden tersebut terjadi saat bus Trans Jatim dengan kode 506 melintas di Jalan Akses Jembatan Suramadu, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Labang. Pada saat itu, bus tersebut dilempar dengan batu oleh oknum yang tidak dikenal, yang mengejutkan para penumpang di dalam bus. Hamid menyebutkan bahwa berdasarkan rekaman dari *cCTV*, pelaku terdeteksi berada dekat pintu masuk Jembatan Suramadu dari arah Bangkalan. Sebagai langkah lanjutan, tim gabungan dari Pemkab dan Polres Bangkalan juga memberikan arahan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik. Petugas telah meningkatkan kehadiran mereka untuk menjaga keamanan. Kanit Keamanan dan Keselamatan Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan, Ipda Aditiyo Puji Ardani, menghimbau kepada penumpang agar mengambil gambar atau merekam menggunakan ponsel mereka jika terjadi tindakan yang tidak pantas lagi. Tindakan perekaman tersebut diharapkan dapat membantu pihak berwenang dalam menindaklanjuti kasus serupa di masa datang. Penjabat Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menyatakan keprihatinannya terhadap insiden vandalisme yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak mendukung perkembangan Bangkalan dan mendesak pihak-pihak terkait untuk melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap insiden ini. Bus Trans Jatim Koridor V yang menghubungkan Bangkalan dan Surabaya mulai beroperasi pada 30 November 2024. Dalam operasionalnya, bus yang dinamakan Cakraningrat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan Nawa Bhakti Satya keempat, yaitu Jatim Akses. Inisiatif ini tidak hanya ditujukan untuk mempermudah akses transportasi bagi masyarakat di Bangkalan dan Surabaya, tetapi juga bertujuan untuk mereduksi kemacetan, menurunkan angka kecelakaan, serta mengurangi emisi gas yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu, tarif yang terjangkau juga diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat, dengan biaya sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk pelajar, mahasiswa, serta santri. ANTARA