JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua telah mengadakan program pembelajaran yang melibatkan 1.460 siswa dari tiga sekolah di Kota Jayapura. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran signifikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (*APBN*). Koordinator Kementerian Keuangan untuk wilayah Jayapura, Rahadian Setyo Noegroho, menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang terlibat dalam program ini adalah SD YPK 2 Sion DOK VII, SMA Negeri 2 Jayapura, dan SMA Negeri 5 Jayapura. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa dan menggarisbawahi tujuan utama untuk membangkitkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya *APBN* dalam mendukung kemajuan di wilayah Papua. Detail jumlah siswa yang berpartisipasi dari masing-masing sekolah menunjukkan bahwa terdapat 911 siswa dari SMAN 2 Jayapura, 333 siswa dari SMAN 5 Jayapura, serta 216 siswa dari SD YPK 2 Sion DOK VIII. Aktivitas ini juga melibatkan 130 sukarelawan pengajar yang terdiri dari panitia daerah, relawan, dan dokumentator yang membantu dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Program "Kemenkeu Mengajar" yang kesembilan ini merupakan bagian dari inisiatif serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Dalam sesi pengajaran tersebut, Kemenkeu menerapkan metode yang telah disesuaikan dengan tingkat pendidikan para siswa agar mereka dapat memahami *APBN* dengan lebih baik. Selain itu, alat peraga dan permainan interaktif juga digunakan dalam pengajaran untuk menarik minat siswa. Rahadian menambahkan bahwa para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mengikuti sesi pembelajaran, terutama ketika ada interaksi langsung dengan pengajar. Harapan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada generasi muda agar lebih peduli terhadap keuangan negara. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat memahami proses pembiayaan negara, khususnya dalam bidang pendidikan, yang sangat penting bagi perkembangan masa depan Papua. ANTARA