BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) baru-baru ini telah menandatangani perjanjian kerjasama dalam bidang pengelolaan batas daerah. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi serta aspek sosial dan budaya di kawasan perbatasan kedua provinsi tersebut. Perjanjian ini mencakup sejumlah segmen perbatasan yang menjadi fokus pengelolaan, meliputi segmen antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Brebes, Kuningan-Brebes, Kuningan-Cilacap, Ciamis-Cilacap, Banjar-Cilacap, serta Pangandaran-Cilacap. Hal ini menunjukkan komitmen kedua pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menciptakan dinamika sosial yang lebih kondusif di daerah tersebut. Herman Suryatman, perwakilan dari Pemprov Jabar, menekankan pentingnya kerjasama ini. Ia menyatakan bahwa Jabar dan Jateng yang berbatasan langsung akan lebih mampu mengatasi berbagai tantangan dengan kolaborasi yang baik. "Kami berkomitmen untuk mengayomi dan mendorong agar kawasan perbatasan bisa menjadi daerah yang memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya," ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa kemarin. Selain penandatanganan perjanjian pengelolaan batas daerah, diskusi juga mencakup optimalisasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terletak di Majalengka. Mulai 29 Oktober 2023, gemäß amanat Menteri Perhubungan, penerbangan dari BIJB Kertajati akan kembali beroperasi. Maskapai domestik seperti Super Air Jet dan Citilink telah memulai penerbangan ke berbagai tujuan, termasuk Denpasar, Balikpapan, dan Medan. Dalam hal penerbangan internasional, BIJB saat ini melayani rute menuju Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines dan Air Asia. Terbaru, pada 28 September 2024, dilaksanakan inaugurasi penerbangan maskapai Scoot yang merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines, yang membuka rute menuju Singapura. Dengan perkembangan ini, masyarakat Jateng, khususnya di wilayah barat, diharapkan dapat lebih mudah memanfaatkan layanan dari BIJB Kertajati, baik untuk perjalanan penumpang, pengiriman kargo, serta kepentingan umrah. Hal ini tentu memberikan angin segar bagi jamaah umrah di wilayah Jateng, karena mereka dapat mengurangi biaya dan waktu perjalanan menuju bandara. Tahun ini, BIJB juga memulai layanan penerbangan haji, dan diharapkan dapat berlanjut pada musim haji mendatang, terutama untuk jamaah yang berasal dari Jateng. Potensi BIJB dalam memfasilitasi pekerja migran Indonesia yang berasal dari Jateng juga perlu diperhatikan, mengingat jumlah pekerja migran dari Jateng merupakan yang terbanyak kedua di Indonesia, sementara Jabar berada di peringkat ketiga. Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menyatakan dukungannya terhadap kerjasama antara Jabar dan Jateng. Ia menggarisbawahi pentingnya keterhubungan antar wilayah dan menyatakan, "Sebagai tetangga terdekat, Jabar memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap permasalahan yang ada." Sumarno juga berharap kerjasama ini tidak berhenti pada aspek kesepakatan administrasi, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan aksi konkret yang bermanfaat bagi masyarakat. ANTARA